"Umroh Sendal Jepit" Jadi Salah Satu Modus Perdagangan Manusia
39 korban perdagangan orang yang sudah berhasil dipulangkan oleh pemerintah RI/Foto: Zool WNN

"Umroh Sendal Jepit" Jadi Salah Satu Modus Perdagangan Manusia

Rabu, 17 Mei 2017 | 10:50 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Terungkapnya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjadikan 80 WNI sebagai korban, melibatkan kerjasama dari berbagai pihak. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Herry Nahak menyatakan bahwa seluruh korban TPPO itu telah dikorbankan oleh berbagai oknum dan perusahaan yang patut mendapat sanksi tegas.

"KBRI di Riyadh, misalnya, telah menginformasikan bahwa ada 286 WNI yang berangkat Umroh tapi tidak kembali pada tahun 2016. Kini telah berhasil dipulangkan sebanyak 69 WNI yang menyalahgunakan visa Umroh untuk bekerja di Saudi Arabia. Selain menyalahgunakan visa Umroh, ada 68 TKI yang telah dikembalikan ke Indonesia karena penyalahgunaan Visa Cleaning Service tapi di sana justru menjadi Asisten RT di Saudi Arabia," ujar Herry.

Tidak hanya itu, terdapat 39 WNI yang telah diselamatkan oleh KBRI Kuala Lumpur di Bandara KLIA yang diduga akan diberangkatkan ke Timur Tengah dengan Non Prosedural. Berikutnya, ada 6 WNI yang terlantar di Colombo yang akan bekerja ke Saudi Arabia dan 11 WNI yang harus dipulangkan dari Lebanon karena tidak mau bekerja di Syria. Selanjutnya informasi dari Mensos RI terkait adanya pengiriman TKI illegal melalui perbatasan Sebatik Kab. Nunukan Kaltim, perbatasan Entikong Kalbar, Batam dan jalur tikus lainnya.

Ini sesuai dengan data lain yang juga telah menyebutkan bahwa total keseluruhan WNI overstay hingga 2015 sebanyak 588.075 individu.

"Saudi Arabia merupakan magnet tersendiri bagi TKI terutama yang Muslim yaitu untuk bisa bekerja (menjadi TKI-red) sekaligus juga bisa melaksanakan umroh atau haji. Selain itu, TKI di Arab Saudi dianggap sebagai pekerja yang mempunyai etos kerja tinggi dan dianggap multi talenta. Ini menggiurkan. Sayangnya disalah-gunakan oleh para oknum," sambung Herry.

Sementara itu, Kasatgas TPPO Bareskrim Polri, Kombes Pol. Ferdy Sambo menyebutkan bahwa dari seluruh kasus yang terungkap itu, 10 tersangka sudah terjerat regulasi yang terproses tanpa kompromi.

"Kasus-kasus itu berangkat dari banyak titik pelanggaran. Mulai dari penyalahgunaan visa, penipuan dengan janji bekerja di luar negeri, pemberangkatan secara ilegal hingga fakta travel umroh yang bekerjasama dengan pelaku untuk menggunakan fasilitas Umroh tapi tidak kembali dan justru malah bekerja di sana. Sebutannya Umroh Sandal Jepit. Hingga saat ini, 10 tersangka sudah kami jerat dan diproses tanpa kompromi," pungkas Ferdy.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...