Skip to main content

145 TKI Disekap di Malaysia

145 TKI Disekap di Malaysia
145 TKI Disekap di Malaysia

Ratusan orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga disekap di Kuching, Malaysia. Namun, hanya 14 TKI yang akhirnya berhasil diselamatkan petugas dari sebuah tempat penampungan TKI di negara tetangga tersebut.

"Mereka diselamatkan setelah pihak KJRI bekerjasama dengan polisi Malaysia menggerebek tempat penampungan tenaga kerja Indonesia di Kuching," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan TKI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhamad Zainal di Mataram, Selasa (21/7/2015).

Dia menjelaskan, saat penggerebekan terjadi terdapat 14 TKI yang berhasil diselamatkan, sembilan diantaranya dari NTB dan kesemuanya adalah perempuan. Kini ke 14 TKI tersebut di tampung di rumah perlindungan khas wanita di Kota Kinabalu, Sabah Malaysia.

"Saat ini majikan dari para TKI sudah ditahan dan tinggal menunggu persidangan, sedangkan pelaku lain yang terlibat termasuk yang memberangkan mereka dari Sumbawa, Indonesia, masih buron," ujarnya.

Menurut dia, terbongkarnya kasus tersebut setelah salah seorang TKI asal Sumbawa, NTB, bernama Iis berhasil melarikan diri dari penampungan dan diselamatkan pihak KJRI di Malaysia. Pihak KJRI kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi Malaysia dan ditindaklanjuti upaya penyelamatan.

"Dari hasil keterangan BAP yang disampaikan Iis kepada polisi Malaysia terdapat 145 TKI yang masih disekap dan 45 diantaraya dari NTB, tetapi setelah dilakukan cross-check hanya ada 14 orang, sedangkan yang lain masih di telusuri," jelasnya.

Zaenal menyebutkan, kesembilan TKI asal NTB itu, diantaranya Nurmey warga Kabupaten Lombok Timur, Eva Rosdiyana asal Kabupaten Sumbawa, Murniati asal Kabupaten Lombok Barat, Fatimah asal Sumbawa, Suminah asal Sumbawa, Pranita asal Lombok, Dwi Rahayu asal Sumbawa, Iyes Ariska asal Sumbawa, Lili Suryani asal Sumbawa, Ida Royanti dari Lombok. Satu orang lagi bernama Jamaludin asal Kabupaten Bima yang kabur dari majikan.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top