(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

15 Bangunan Rumah Kumuh di Denpasar Digusur

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

15 Bangunan Rumah Kumuh di Denpasar Digusur

WinNetNews.com - Lebih dari 20 kepala keluarga menempati kawasan pemukiman kumuh di Kota Denpasar, Bali, terpaksa angkat kaki. Tempat tinggal mereka diratakan oleh satuan Pamong Praja Kota Denpasar.

Tindakan itu dilakukan lantaran mereka sudah tiga kali diberikan peringatan buat membongkar rumahnya, yang dibangun di bantaran sungai.

Ada 15 bangunan rumah kumuh di kawasan Jalan Merdeka X, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, yang diratakan dengan buldozer. Selain membangun tanpa izin, bangunan rumah kumuh berada di atas tanah seluas 50 are ini juga kerap mencemari sungai, dan mengganggu kenyamanan warga.

"Pembongkaran ini menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Warga mengeluhkan banyaknya bangunan rumah kumuh di sepanjang Jalan Merdeka X, yang mana juga bangunan kumuh ini berada di atas bantaran Sungai (Tukad) Bias," kata Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, di lokasi pembongkaran, Selasa (17/5).

Menurut Puspawan, warga menempati bangunan kumuh ini sebelumnya sempat dipertemukan di balai desa, dan diberikan peringatan supaya meninggalkan lokasi itu. Mereka juga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami sudah memperingati dan memberikan SP I sampai dengan SP III kepada warga pemilik rumah kumuh ini agar membongkar sendiri bangunannya, karena pemukiman ini akan disterilkan," ujar Puspawan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana mengatakan, ada beberapa pemilik rumah kumuh yang masih membandel. Padahal sudah tiga kali diberi surat peringatan membongkar sendiri bangunannya.

"Sebelumnya kami sudah bersurat sebanyak tiga kali dan mengikuti prosedur yang berlaku, akan tetapi masih saja ada warga yang ngotot untuk bertahan. Karenanya kami pihak Pol PP terpaksa melakukan pembongkaran," kata Wiradana.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});