15 Juta Petani akan Dilindungi Asuransi

Muchdi
Muchdi

15 Juta Petani akan Dilindungi Asuransi

Jakarta - Dalam rencana anggaran yang diajukan kepada Komisi IV DPR, Kementerian Pertanian (Kementan) usul anggaran asuransi pertanian naik sampai lima kali lipat tahun depan. Kementrian meminta alokasi dana Rp 750 miliar untuk asuransi lahan pertanian seluas 5 juta ha.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding anggaran asuransi pertanian dalam APBNP 2015 yang sebesar Rp 150 miliar untuk melindungi 1 juta ha.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Gatot Irianto, mengungkapkan penerima asuransi pertanian tahun depan bakal mencapai kurang lebih 15 juta petani. Dengan perhitungan rata-rata luas lahan petani padi di Indonesia sebesar 0,3 ha per petani, berarti asuransi untuk 5 juta ha akan dinikmati 15 juta petani.

"Coverage-nya (asuransi pertanian) lebih besar (dari 2015) jadi 5 juta ha. Per 1 hektar tiga orang kurang lebih," kata Gatot di sela-sela rapat kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Dengan adanya asuransi ini, para petani akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per ha jika terjadi kegagalan panen akibat bencana, misalnya banjir atau kekeringan. Premi asuransi pertanian ditetapkan sebesar Rp 180.000 per ha. 80% premi atau Rp 144.000 akan ditanggung pemerintah, hanya 20% sisanya Rp 36.000 yang ditanggung petani.

Namun, petani yang ingin mendapat asuransi pertanian harus mendaftar. "On request, sama seperti tahun ini. Ada sedikit premi yang harus dibayar petani, jadi yang meminta yang dilayani," papar Gatot.

Sementara itu, untuk pelaksanaan asuransi pertanian tahun ini, Gatot mengatakan bahwa anggarannya sudah cair dan sedang dilakukan penunjukan perusahaan asuransinya.

"Sudah cair anggarannya, sekarang sedang proses penunjukkan perusahaan asuransinya," ucapnya.

Asuransi pertanian akan dijalankan oleh BUMN. Kementan saat ini masih menunggu penetapan BUMN asuransi yang menjalankannya dari Kementerian BUMN.

"Tergantung BUMN-nya. Kita sudah usul ke Kementerian BUMN, tapi kita nggak nyebut siapa," tukasnya.

Diharapkan asuransi pertanian untuk 1 juta ha atau 3 juta petani bisa terlaksana pada musim tanam Oktober 2015-Maret 2016.

"Harapan saya (asuransi pertanian) bisa untuk musim tanam Okmar," tutup Gatot.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});