16 Senjata dari Ibu-Ibu diserahkan ke Satgas Perbatasan Indonesia-Malaysia

16 Senjata dari Ibu-Ibu diserahkan ke Satgas Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sabtu, 17 Sep 2016 | 20:30 | Rike

WinNetNews.com-Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia - Malaysia Batalyon Infanteri (Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif) 312/ Kala Hitam telah menerima 16 pucuk senjata api dari ibu-ibu Perbatasan Nanga Badau-Lubuk, Kabupaten Kapuas Hulu.

"Penyerahan senjata api dilakukan oleh warga di berbagai pos satuan jajaran Satgas Pamtas Yonif 312/KH, dengan sukarela tanpa adanya paksaan. Ini merupakan semakin meningkatnya kesadaran hukum warga perbatasan RI-Malaysia," ucap Komandan Satgas Yonif 312/KH lewat Pasi Intel Kapten Inf Wiwin Hariandra di Pontianak, Sabtu (17/9/2016).

Dia menerangkan, Satgas Pamtas selalu memberi pemahaman dan sosialisasi mengenai bahayanya kepemilikan senjata api, supaya masyarakat memahami dan menghindari pemakai senjata api secara illegal yang dapat merugikan jiwa baik diri sendiri atau orang lain. Ia juga mengklaim komunikasi sosial yang dilakukan prajurit Satgas Pamtas Yonif 312/KH diterima masyarakat. Ini terbukti makin hari makin banyak warga dengan sukarela menyerahkan senjata api kepada Satgas Pamtas.

Yang patut jadi contoh, tambah dia, seorang ibu rumah tangga, Nurdian (39) warga Dusun Sungai Kelik Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang secara sukarela menyerahkan senjata api jenis penabur/patah ke Kopda Abdullah anggota Pos Sungai Kelik yang tengah melaksanakan anjangsana di rumah warga lain."Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang perempuan Ellin (28) pekerjaan Kades Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu bersama ibu rumah tangga dan warga masyarakat Merakai panjang yang lain menyerahkan 14 pucuk senpi ke pos Merakai Panjang," terangnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...