2 TNI yang Ditahan Polisi Malaysia Sudah Dibebaskan
Foto:Ilustrasi

2 TNI yang Ditahan Polisi Malaysia Sudah Dibebaskan

Selasa, 27 Mar 2018 | 08:05 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Baru-baru ini dua prajurit TNI Indonesia ditangkap  Polisi Diraja Malaysia karena memasuki wilayah Malaysia saat melakukan pengendapan perbatasan. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, dua prajurit TNI Angkatan Darat  tersebut saat ini sudah dibebaskan. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan dua prajurit TNI itu sudah diserahkan kembali ke Indonesia.  "Mereka sudah diserahkan kepada Konjen kita di KJRI, polisi lalu tadi pagi penyerahan pukul 08.30 waktu Kuching," jelas Jubir Kemlu Armanattha Nasir.

Jubir Kemlu Armanattha Nasir menjelaskan dua prajurit TNI itu sudah diserahkan ke Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching, Sarawak. Kemudian pihak KJRI sudah menyerahkan kepada Danrem dan kembali ke Indonesia.

Sementara itu, kedua prajurit tersebut adalah Kopda M Rizal dan Praka Subur. Sejumlah media di Malaysia menyebut penahanan terhadap 2 prajurit TNI di Malaysia ini karena keduanya melanggar wilayah perbatasan dan mengendarai motor curian. 

"Kalau masalah itu, kita tidak mengerti. Itu kan dari mereka, dugaan mereka. Kan kita tidak bekali motor saat bertugas," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII Tanjungpura Kolonel (Inf) Tri Rana Subekti. 

Berdasarkan keterangan, Kolonel Tri, kedua prajurit anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas itu tidak dibekali motor saat melakukan penjagaan. Keduanya hanya membawa senjata. 

Media-media di Malaysia menyatakan keduanya ditangkap karena melanggar wilayah perbatasan dan mengendarai motor yang dilaporkan hilang tahun lalu. Mereka mengutip pernyataan Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Sarawak, Dev Kumar.

Dua prajurit tersebut ditahan sejak Jumat 23/3/2018 lalu di kantor polisi di wilayah Lundu, Serawak. Menurut Kolonel Tri, penahanan keduanya agak lama karena terkait hari libur, yakni Sabtu dan Minggu. Meski demikian, TNI menghormati proses hukum yang dilakukan pihak Malaysia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...