23 Peneliti LIPI diturunkan ungkap misteri laut di Sumba

23 Peneliti LIPI diturunkan ungkap misteri laut di Sumba

WinNetNews.com-Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) 2016, bakal menyingkap misteri di perairan Sumba, mulai arus, kekayaan hayatinya, hingga kualitas lingkungannya pada 4 - 14 Agustus

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah merancang ekspedisi laut ke Sumba pada 4 - 14 Agustus 2016. Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) 2016, itu disebut, bakal menyingkap misteri perairan Sumba, mulai arus, kekayaan hayatinya, hingga kualitas lingkungannya.Sejumlah 23 peneliti, mulai dari pakar fisika kelautan hingga padang lamun, berangkat dengan kapal riset Baruna Jaya VIII. Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah, menyebutkan, bahwa riset ini adalah salah satu bentuk komitmen LIPI pada riset kelautan."Widya Nusantara fokus pada daerah perbatasan," ucap Dirhamsyah.

Riset di wilayah perbatasan secara sains ataupun politik, membuktikan Indonesia memang mengelola wilayah tersebut. Dirmahsyah mengatakan, salah satu sebab jatuhnya Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia adalah minimnya perhatian Indonesia pada wilayahnya. Perairan Sumba dipilih karena belum banyak diteliti."Jarak Sumba sebenarnya tidak terlaku jauh tetapi ternyata kita belum punya banyak data. Padahal ini penting karena Sumba langsung berbatasan dengan perairan internasional," jelasnya. Koordinator EWIN 2016, Udhi Eko Hernawan, menyatakan, ekspedisi akan mengungkap mengenai Arus Lintas Indonesia (Arlindo - arus dari Pasifik ke Hindia) di bagian selatan. EWIN beberapa tahun sebelumnya meneliti tentang arlindo di bagian utara."Perairan Sumba ini penting karena merupakan pintu keluar arlindo," ujarnya dalam konferensi pers pelepasan tim ekspedisi di Jakarta, Selasa (2/8/2016).Selain itu, EWIN pun akan mengungkap keragaman hayati di lautan Sumba.

Sumba adalah wilayah di timur garis imaginer Wallacea. Dipahami bahwa keragaman hayati di wilayah daratan timur dan barat garis Wallacea itu saling berbeda. Melalui ekspedisi Sumba, peneliti LIPI bakal melihat keragaman teripang, ikan, lamun, dan lainnya guna mengetahui apakah perbedaan tersebut juga terlihat pada biota laut. EWIN 2016 menyita dana Rp 3,2 miliar di mana biaya terbesar adalah untuk operasional kapal. Riset bakal dilakukan pada kedalaman 500 - 3000 meter.