2,6 Miliar Warga Asia dan Afrika Berpotensi Terjangkit Virus Zika

2,6 Miliar Warga Asia dan Afrika Berpotensi Terjangkit Virus Zika

Jumat, 2 Sep 2016 | 11:11 | Rusmanto
WinNetNews.com - Virus Zika saat ini sedang menghantui Singapura. Tercatat, hingga kini terdapat 151 kasus Zika. Seorang WNI pun dikonfirmasi positif terjangkit Zika di Singapura.

Para peneliti telah memperhitungkan bahwa setidaknya 2,6 miliar orang yang tinggal di Asia, Afrika dan Pasifik akan berpotensi terjangkit virus Zika.

"Menurut skenario yang paling konservatif dari kami, penduduk yang tinggal di rentang geografis berpotensi terjangkit Zika adalah India (1,2 miliar), Tiongkok (242 juta), Indonesia (197 juta), Nigeria (179 juta), Pakistan (168 juta) dan Bangladesh (163 juta)," kata seorang peneliti, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat (2/9/2016).

Ini adalah kemungkinan teoritis. Namun, yang paling dikhawatirkan adalah apakah orang-orang yang tinggal di Asia dan Pasifik sudah mempunyai kekebalan terhadap penyebaran virus ini?

Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menginfeksi dan menyebar kepada orang lain jika nyamuk menggigit orang yang berbeda.

Virus Zika sangat rentan menyerang ibu hamil. Meski tidak sampai menyebabkan kematian, virus tersebut bisa mengakibatkan bayi terlahir dengan kondisi cacat permanen.

"Di sisi lain, jika memasuki populasi di negara lain, kita dapat melihat apa yang terjadi di Brasil dan bagian dari Amerika Latin lain, karena virus ini awalnya terjadi di Brasil," ungkap Derek Gatherer dari Universitas Lancaster Inggris.

Wabah ini pertama kali terjadi di Brasil pada pertengahan 2015 lalu, di mana lebih dari 1,5 juta orang terinfeksi Zika dan lebih dari 1.600 bayi lahir dengan kepala dan otak berukuran kecil.

Tim Gatherer menemukan bahwa India adalah negara Asia yang paling berpotensi terkena Zika.

Sementara, Kemenkes RI dan Kemenlu RI telah mengeluarkan imbauan kesehatan bagi para WNI yang ada atau akan pergi ke Singapura untuk memerhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyebaran virus ini.


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...