3 Panglima Perang Prabowo Ini Membelot ke Jokowi

3 Panglima Perang Prabowo Ini Membelot ke JokowiSumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Setelah Jokowi mendeklarasi Ma’ruf Amin sebagai cawapres 2019 terpilih, tepat pukul 22.30, Prabowo Subianto juga mendeklarasi Sandiaga Uno sebagai cawapresnya untuk merebut kursi presiden 2019-2024.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah mengumunkan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya dalam pemilihan presiden periode 2019-2024.

Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa dirinya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon presiden (capres) dan cawapres.

Sebelum mencalonkan diri sebagai capres 2019, Prabowo sudah pernah mencalonkan diri di pilpres 2014 yang berpasangan dengan Yusuf Kalla.

Tak sedikit yang mendukung Prabowo, sejumlah tokoh pun menjadi "panglima perang" Prabowo.

Para panglima perang tersebut dengan lantang mendukung Prabowo.

Seiring berjalannya waktu, para panglima perang Prabowo tersebut membelot mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Berikut daftar tiga tokoh panglima perang Prabowo yang kini ada di kubu Presiden Jokowi dilansir Sripoku.com dari berbagai sumber.

1. Idrus Marham

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham merupakan koordinator Koalisi Merah Putih (KMP) pada Pilpres 2014 lalu. Koalisi parpol itu adalah barisan pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang merupakan lawan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Sebagai tim lawan, Idrus tak jarang melontarkan kata-kata pedas untuk Jokowi. Salah satunya menyindir jika Jokowi tak menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta.

2. TGB Zainul Majdi

Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sempat menjadi tim pemenangan Prabowo-Hatta pada tahun 2014. Saat itu TGB menjabat ketua pemenangan Prabowo-Hatta di wilayah NTB. Namun tak cuma 2014, TGB juga kembali ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo di Pilpres 2019.

Meski ditunjuk jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo, ternyata TGB lebih mendukung Jokowi untuk kembali menjadi presiden Indonesia. Hal itu lantaran dia menilai Jokowi merupakan tipe pemimpin pekerja keras.

3. Ali Mochtar Ngabalin

Nama Ali Mochtar Ngabalin menjadi anggota tim sukses Prabowo-Hatta dan memperkuat tim debat pasangan tersebut. Ngabalin juga sempat membuat geger dengan pidatonya yang siap mendesak Allah untuk berpihak kepada Prabowo-Hatta.

Tahun demi tahun berganti, Ngabalin kini berbelok mendukung Jokowi. Dia bahkan diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden. Dengan posisi itu, Ngabalin tentu mendukung Jokowi.