Skip to main content

35 ribu MW Sebagai Cadangan listrik Untuk Masyarakat

 35 ribu MW Sebagai Cadangan listrik Untuk Masyarakat
35 ribu MW Sebagai Cadangan listrik Untuk Masyarakat

image0

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia yang dibangun di Sungai Yangtze di Provinsi Hubei (wingamers/fansbook)

Jakarta, wingamers - Rencana pembangunan megaproyek 35 ribu megawatt oleh pemerintah menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. Sejatinya menurut pemerintah pembangunan proyek 35 ribu megawatt ini adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs viva, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mendorong program 35 ribu megawatt (MW) tetap berjalan. Rini tak ingin perkembangan industri terganggu masalah listrik.

"Kami tetap pada jalan kami untuk mencapai 35 ribu MW dan PT PLN (PLN) adalah BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk menyukseskan target ini tetap tercapai," kata Rini dalam rapat percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur 35 ribu MW di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu malam, 9 September 2015.

Lalu, Rini pun mendorong PLN agar seluruh perjanjian jual beli listrik (power purchasing agreement/PPA) tetap berjalan. Dia juga meminta menteri-menteri terkait untuk membantu investor di sektor listrik dalam penyelesaian perizinannya.

"Pembangunan 35 ribu MW itu tidak cukup sampai di penandatanganan PPA, tapi bagaimana ini bisa terealisasi dengan secepat-cepatnya. Saya berharap setelah PPA ditandatangani, proyek bisa jalan dan tidak terkatung-katung," kata dia.

Mantan Menteri Perdagangan dan Perindustrian ini mengatakan bahwa target 35 ribu MW bukanlah target yang berlebihan. Sebab, angka ini juga termasuk angka cadangan listrik yang digunakan ketika sewaktu-waktu pembangkit listrik rusak atau diperbaiki.

"Memang ada pertanyaan apakah 35 ribu MW ini tidak berlebihan. Tapi semua pihak lupa bahwa dalam memberikan pelayanan energi kepada masyarakat luas, kita harus punya cadangan," kata dia. Rini pun juga tak ingin ada pemadaman listrik di daerah. Begitu pula dengan perkembangan industri, termasuk industri perhotelan, yang bisa terganggu apabila pasokan listrik tidak mencukupi.

"Kami tidak mau terjadi sebelum-sebelumnya mati (lampu) di sini, mati di sana. Kemudian, industri perhotelan takut berkembang karena mati lampu. Dengan adanya cadangan, tidak ada lagi mati lampu," kata dia.

Diharapkan dengan terealisasinya megaproyek 35 ribu megawatt ini bisa mencukupi kebutuhan listrik masyarakat sekaligus menjadi cadangan pasokan listrik apabila ada gangguan atau perbaikan di beberapa pembangkit listrik. Sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi atau industri tetap bisa berjalan dengan baik tanpa terkendala dengan pasokan listrik.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top