Skip to main content

4 Alasan Mengapa Sang Pria Memutuskan Hubungan dengan Pasangannya

Foto Psychic
Foto Psychic

WinNetNews.com - Jika Anda baru saja putus dengan pasangan Anda, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi. Anda juga tidak merasa melakukan kesalahan apapun yang membuat ia mengakhiri hubungannya dengan Anda. Ketika seorang pria putus dengan pasangannya, mungkin ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab putus. Sesuatu tentang perilaku Anda bisa menjadi alasan atau bisa juga sesuatu yang sama sekali di luar kendali Anda.

Dikutip dari Cheatsheet , Rabu (16/11), berikut adalah beberapa alasan umum mengapa seorang pria memutusakn hubungan dengan pasangannya:

1. Dia merasa tertekan

Apakah Anda terlalu memaksakan di dalam hubungan? Kebanyakan pria tidak suka merasa tertekan ke dalam suatu hubungan serius ketika mereka tidak siap. Jika Anda terus menekan dan mendorong komitmen bahkan setelah merasakan beberapa keragu-raguan, Anda mungkin bisa menjadi penyebab atas perpisahan itu. Christine Hassler seorang konselar kehidupan mengatakan tekanan pada pria dapat menyebabkan dia merasa bingung tentang hubungan.

2. Dia tidak merasa dihormati

Pria perlu merasa dihormati, hampir sama atau bahkan lebih dari perasaan dicintai. Jika Anda sering mendekatinya dengan tidak hormat, ini akan membuat dia merasa tidak hanya marah tapi juga kurang dihargai. Penulis dan ahli hubungan Dr. Emerson Eggerichs, laki-laki dan wanita membutuhkan rasa hormat dan cinta, tapi pria bereaksi berbeda ketika mereka tidak merasa dihormati. Eggerichs mengusulkan bahwa kurangnya cinta dan hormat dalam suatu hubungan adalah akar penyebab banyak putus.

3. Tidak ada kecocokan

Ketidakcocokan akan mengakibatkan banyak argumen. Jika tidak ada kedamaian dalam hubungan Anda, pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan hubungan. Gaya hidup yang sangat berbeda, nilai-nilai serasi, dan cara yang berbeda untuk mengelola uang dapat merusak hubungan Anda. Dr Elliot D. Cohen mengatakan kompatibilitas ada pada sebuah spektrum. "Memang tidak semua menjadi cocok atau tidak ada kecocokan. Yang benar adalah mengakui derajat pada kesinambungan dari yang tidak cocok menjadi sangat kompatibel. Dengan demikian Anda bisa tau apakah cocok atau kurang cocok dengan pasangan Anda. Jadi, pertanyaan dibahas di sini bukan hanya apakah Anda kompatibel melainkan bagaimana kecocokannya. "kata Cohen.

4. Datangnya orang yang tepat

Ketika Anda putus dengan pasangan Anda, pasti Anda langsung mencari cinta yang baru untuk menutup buku hubungan lama Anda. Menurut pakar hubungan Evan Marc Katz mengatakan meskipun banyak pemulihan hubungan yang tidak berhasil, kadang-kadang mereka tetap lakukan. Katz mengatakan:

Ada banyak orang - pria dan wanita - yang bersemangat untuk langsung menemukan cinta setelah perpisahan yang menyakitkan mereka. Mereka pikir mereka melupakannya. Mereka ingin siap. Mereka terjun ke dalam hubungan baru. Dan kemudian, ketika tiba saatnya untuk melangkah lagi, mereka tidak benar-benar siap untuk berkomitmen untuk hidup baru. Belum. Ini adalah orang-orang tidak buruk; mereka didorong oleh emosi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top