(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

4 Cara Berinteraksi dengan Ikan Hiu Paus Tutul Khas Gorontalo, 'Dilihat Boleh, Dipegang Jangan!'

Rani
Rani

4 Cara Berinteraksi dengan Ikan Hiu Paus Tutul Khas Gorontalo, 'Dilihat Boleh, Dipegang Jangan!'

WinNetNews.com - Shobat Winnet sudah kenal kah dengan Hiu Paus Tutul? Mamalia laut yang dikenal dengan nama Rhicodon Typus ini tiba mampir di laut Gorontalo. Tepatnya di pantai Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Satwa langka yang hanya hidup di perairan laut lepas ini memang tergolong jinak. Meskipun namanya ikan Hiu, Hius Paus Tutul ini memiliki bentuk mulut mirip ikan paus ketimbang ikan hiu. Hiu Paus Tutul tidak memangsa manusia. Makanan hiu ini adalah plankton. Bentuk tubuhnya menyerupai hiu raksasa.

Karena itulah banyak wisatawan yang berinteraksi dekat dengan ikan raksasa ini. Sayang, tidak banyak yang paham konservasi, sehingga ikan jenis langka yang jinak ini jadi "mainan" pengunjung yang kurang paham.

Ada yang pegang-pegang badan dan siripnya, ada yang menyentuh kepalanya, ada yang mendekat dengan perahu nelayan, semua itu tidak direkomendasi. Bahkan, para diver atau penyelam di media sosial heboh, menyesalkan perilaku warga yang dianggap "alay" itu.

"Mohon pengunjung jangan ada yang menyentuh ikan raksasa itu," kata Cipta AG, Tenaga Ahli Wisata Bawah Laut Kemenpar. Apalagi, dari sekitar 8 ekor hiu paus yang terpantau, tiga diantaranya mulai mengalami luka-luka di bagian mulut, sirip dan beberapa bagian tubuhnya.

Selain itu, pada beberapa bagian tubuh hiu paus itu terdapat bercak cat berwarna hijau dan merah muda yang diduga akibat senggolan dengan perahu yang ditumpangi pengunjung. Banyak pengunjung yang snorkeling dan terlalu dekat, bahkan berpegangan pada sirip hingga menyentuh tubuh hiu dengan leluasa.

Duuh!! Kasihan sekali ya Shobat. Sebaiknya kita jangan egois, hanya karena ingin pamer kedekatan dengan ikan jinak ini, tetapi malah menyakiti  dan mengganggu kehidupan tamu raksasa yang sedang bermain-main di laut Gorontalo itu.

 

Bukan hanya itu, di medsos (media sosial), cara memperlakukan Hiu Paus Tutul seperti ini juga mendapat kritik dari para divers dan pencinta lingkungan. Shobat Winnet harus tahu cara memperlakukan Hiu Paus Tutul dengan baik ya.  Nah.. cara terbaik untuk berinteraksi dengan raksasa laut lepas ini adalah:

Pertama, yang paling penting adalah tidak boleh menyentuh hewan jinak ini dengan sengaja dan dengan alasan apapun.

Kedua, jangan sekalipun memotret dengan menggunakan lampu flash. Karena cahaya lampu flash sangat silau dan bisa membuat Hiu Paus Tutul stres dan merasa terganggu. Nanti bisa-bisa tamu kita ini tidak akan mampir lagi di laut Gorontalo.

Ketiga, Shobat Winnet juga sebaiknya tidak menggunakan kapal motor di dekat Hiu Paus Tutul ini. Karena hal itu bisa berbahaya dan melukai kulit Hiu Paus Tutul lho Shobat. Jika memang menggunakan kapal motor, jangan menyuarakan mesin di dekatnya.

Keempat, Shobat Winnet juga tidak boleh menghalangi pergerakan natural dari Hiu Tutul ini. Misalnya dengan berenang di depannya atau berenang dengan sang Hiu ini. Salah-salah, Hiu Paus Tutul ini nantinya jadi ilfil dan makin stres dan merasa terganggu lho Shobat.

image0

Jangan Menyentuh, Apalagi Menunggangi Spesies ini - Sumber Gambar Rumah Pengetahuan

 

Sudah banyak beredar beberapa foto yang di upload di Facebook dan media sosial lain, yang memang menunjukkan cara yang agak membahayakan hiu paus ini. Meskipun di dalam foto Kelihatannya friendly , bersahabat, bergurau, atau bahkan hanya untuk kepentingan pengambilan foto-foto saja, tapi jangan ditiru ya Shobat Winnet.

image1

Menyentuh ikan Hiu Paus Tutul Bisa Berbahaya Bagi Kelangsungan Hidup Spesies ini - Sumber Gambar Timlonet

Mungkin, mereka yang melakukan hal tersebut juga tidak terlalu paham, bahwa cara tersebut membahayakan hidup Hiu Paus Tutul dan juga bisa membahayakan dirinya sendiri. Jangan pernah memperlakukan Hiu Paus Tutul ini seperti binatang peliharaan yang lucu-lucu Jinak. Biarkan mereka bebas dan tidak terganggu oleh kita.

Sebetulnya norma-norma konservasi yang diterapkan untuk atraksi ' Marine Species Watching' sudah ada di seluruh dunia. Hanya saja masih sedikit yang paham akan norma-norma itu. Masyarakat Gorontalo sendiri pun sejatinya sudah sangat familiar dengan ikan Hiu Paus Tutul yang panjangnya bisa mencapai 5-7 meter ini.

image2

Berenang Bersama Ikan Hiu Paus Tutul - Sumber Gambar Pojokpulsa

Tiap tahun, konon hiu yang bobotnya sekitar 20 ton itu sudah biasa mampir di kawasan pantai Gorontalo itu. Oleh sebab itu, Hiu Paus Tutul sudah menjadi atraksi warga yang bukan hanya sekali ini saja. Orang Gorontalo lebih familiar menyebut ini dengan istilah ikan munggiyango hulalo.

Menpar Arief Yahya, juga mengingatkan kepada kita bahwa bersikap friendly dengan ikan langka dan berukuran raksasa ini baik-baik saja. Tetapi jangan sampai sikap friendly kita itu justru membuat ikan tersebut berpotensi punah ya Shobat Winnet!

image3

Perahu yang Terlalu Dekat dengan Ikan Hiu Paus Tutul Bisa Melukai Badan Ikan Langka ini - Sumber Gambar Mongabay

Binatang itu harus dilestarikan, bersamaan dengan habitat dan lingkungan hidup tempat mereka hidup dan berkembang. "Ingat, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," kata Menpar Arief Yahya.

Hiu Paus Tutul ini, menurut Arief Yahya, bisa menjadi atraksi terbaik dunia. Sebab tidak ada tempat di dunia yang ada ikan langka dari lautan bebas, yang merapat ke pantai dekat pemukiman, berlama-lama di situ, dan tidak ganas.

"Biarkan itu menjadi tontonan khas, atraksi yang tidak ada duanya di seluruh dunia. Itu akan mengangkat pamor Gorontalo, dengan destinasi yang mendunia. Asal dilestarikan," ungkap Menpar, Arief Yahya.

Sebagai pemuda yang baik dan cinta lingkungan, sebaiknya kita harus menjaga kelestarian Hiu Paus Tutul ini dengan baik. Ingat ya Shobat Winnet "Dilihat boleh, dipegang jangan!"

Sumber Gambar Utama: Traveling Search

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});