4 Grup K-Pop Ini Diberi Label J-Pop Di Situs Musik Melon, Netizen Geram

Nisa Diniah

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

4 Grup K-Pop Ini Diberi Label J-Pop Di Situs Musik Melon, Netizen Geram
BTS (Foto: Pinterest.com)

Winnetnews.com -  Melon dikenal sebagai platform streaming musik terbesar di Korea Selatan. Namun, situs musik Korea ini belum lama ini menuai banyak kritik pedas dari para penggemar K-Pop.

Kontroversi dimulai ketika situs Melon melabeli beberapa grup K-Pop populer sebagai J-Pop. Melon saat ini diketahui menampilkan genre J-Pop untuk artis-artis K-Pop seperti BTS, SEVENTEEN, TWICE dan BLACKPINK.

Profil BTS menampilkan genre yang terdaftar sebagai "Grup | Rap/Hip-Hop, J-POP, Dance" di halaman pertama menu "Artis". Hal ini juga berlaku untuk SEVENTEEN, TWICE, BLACKPINK, TXT dan lainnya.

image0
Foto: Naver.com

Hal ini menuai kritik tajam karena grup K-Pop terdaftar sebagai J-POP hanya di situs musik Melon. Sementara situs musik Korea lainnya seperti Genie, Bugs, FLO, dan Vibe tidak melabeli grup-grup K-Pop ini dalam genre tersebut. YouTube Google juga tidak mengkategorikan artis-artis ini sebagai J-Pop.

Menurut situs Melon pada Minggu (29/11), artis K-Pop yang memiliki riwayat aktivitas atau melakukan promosi di Jepang akan mendapat label J-Pop di Melon music meskipun mereka adalah penyanyi K-Pop.

Melon mengatakan bahwa label tersebut tidak membedakan genre namun digunakan untuk menyebut artis K-Pop mana saja yang aktif promosi dan merilish album di Jepang.

"Label bukanlah perbedaan antara genre tetapi untuk menandai artis yang telah merilis album di Jepang. Informasi rinci sang artis menunjukkan bahwa mereka berasal dari Korea," kata perwakilan situs Melon dikutip Naver.

Namun, banyak penggemar yang menilai bahwa mendaftarkan grup K-Pop dengan popularitas global seperti BTS, BLACKPINK, SEVENTEEN dan TWICE sebagai J-Pop dianggap keterlaluan. Banyak penggemar dan netizen khawatir bahwa penyanyi Korea yang melakukan promosi K-Pop akan dianggap hanya fokus pada aktivitas Jepang. 

"Ini membuatku ragu. Aku rasa tidak benar memberi label grup K-Pop sebagai J-Pop. Aku yakin penggemar internasional yang mengenal K-Pop dengan baik akan bisa membedakannya tetapi bagaimana dengan penggemar internasional baru yang baru mengenal grup-grup ini? Aku pikir itu mungkin menyebabkan kesalahpahaman di mana mereka mungkin menganggap BTS sebagai grup J-Pop," kata netizen Korea dikutip Naver.

"Melon mulai terasa seperti perusahaan Jepang. Fandom, silakan tinggalkan situs ini. Mereka melabeli semua grup K-Pop populer sebagai J-Pop. Mereka mungkin menetapkan fondasi untuk masa depan dalam 50 tahun di mana mereka dapat menggunakan ini sebagai bukti untuk mulai mengklaim K-Pop sebagai milik mereka. Kapan kalian pernah melihat penyanyi dari negara lain merilis begitu banyak versi Jepang dari album mereka sendiri? Rilis saja versi bahasa Inggris mulai sekarang," tutur netter lain.

"Apa ini ?! Apakah ini Melon Jepang sekarang? Mengapa artis K-Pop dicap sebagai J-Pop? Mengapa kalian ingin memperkenalkan artis negaramu sendiri kepada dunia sebagai orang Jepang? Ini sangat konyol, aku akan menghapus aplikasi Melon mulai hari ini," protes netter lain.

"Alasan Melon tidak masuk akal," tambah netter lain.

"Apa pun yang dinyanyikan artis Korea harus diberi label di bawah K-Pop. Hanya karena mereka menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Jepang tidak mengubah fakta bahwa orang Korea memproduksinya dan orang Korea menyanyikannya. Mengapa Jepang bisa mengambil label ketika mereka tidak punya bagian dalam memproduksinya?? Lalu apa yang membuat 'Dynamite' BTS itu? Pop Amerika?????? Singkirkan tag J-Pop ini segera sebelum kita mulai memboikot Melon," pungkas yang lainnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...