Mengenal 4 Jenis Terapi untuk Atasi Mental Illness
Foto: henryford.com

Mengenal 4 Jenis Terapi untuk Atasi Mental Illness

Selasa, 11 Feb 2020 | 17:31 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Belakangan ini isu mental illness sedang sangat sering dibicarakan. Baik para pakar seperti psikolog ataupun orang yang sempat mengalami hal serupa, kerap kali membagikan informasi terkait kesehatan mental melalui media sosial.

Akan tetapi, informasi tersebut sering disalah gunakan untuk mendiagonosis diri sendiri atau bahkan hanya dijadikan sebagai “tren” belaka. Sementara itu, banyak pula orang-orang yang mengalami mental illness yang belum mengerti terapi apa yang harus dilakukan oleh mereka agar mentalnya kembali sehat.

Mental illness yang beragam juga memiliki jenis terapi yang berbeda pula. Gejala-gejala yang dialami oleh setiap penderita pun berbeda satu sama lain. Agar tidak salah, berikut ini beberapa terapi mental illness yang perlu kamu tahu agar dapat mencegah terjadinya penyakit mental.

Terapi CBT untuk depresi dan gangguan kecemasan

image0

Terapi CBT atau Cognitive Behavioral Theraphy adalah terapi yang bisa dilakukan untuk menangani masalah kecemasan dan depresi. Seseorang yang memiliki pikiran negatif berlebihan perlu diberikan terapi CBT. Terapi ini dilatarbelakangi oleh keterkaitan antara pikiran, perasaan, khayalan, dan tindakan yang bisa dipengaruhi oleh pikiran negatif.

Saat melakukan terapi CBT, pasien akan dilatih untuk mengungkapkan semua permasalahannya dengan cara berbicara. Ahli psikolog akan mengubah pola pikir pasien agar sembuh dari depresinya. Terapi ini sudah terbukti dapat mengatasi berbagai masalah mental lainnya.

Terapi psikoanalisis untuk fobia, obsesi dan komplusi

image1

Terapi ini adalah salah satu jenis terapi yang berpusat pada alam bawah sadar seseorang. Dikutip dari Real Simple, seseorang yang telah menjalani terapi mental dalam setahun perlu mencoba terapi psikoanalis. Pasien dengan masalah fobia, komplusi, pikiran negatif dan obsesi dapat melakukan terapi ini dengan ahlinya yang sudah berlisensi.

Nantinya, pasien akan diajak untuk berdiskusi dengan mengingat pengalaman hidup terdahulu yang telah dialaminya dengan memunculkan pengalaman masa kecil yang masih diingat. Terapis juga akan membantu pasien untuk mengendalikan pikiran sadar dan tidak sadarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...