4 Tahun Anies Jadi Gubernur, Tingkat Kemiskinan di Jakarta Meningkat Akibat Pandemi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

4 Tahun Anies Jadi Gubernur, Tingkat Kemiskinan di Jakarta Meningkat Akibat Pandemi

Rabu, 13 Okt 2021 | 08:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan genap empat tahun memimpin Ibu Kota pada 16 Oktober mendatang. Selama masa kepemimpinannya, Anies harus menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Salah satu yang terbesar adalah pandemi Covid-19..

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pandemi Covid-19 menyababkan angka kemiskinan di Indonesia naik. Tingkat kemiskinan secara keseluruhan mencapai 10,19 persen per Agustus 2020. Angka tersebut sedikit menurun menjadi 10,14 persen pada Maret 2021.

Selain itu, menurut laporan Voluntary National Review 2020 yang dirilis Kementerian PPN/Bappenas, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan ketimpangan sosial semakin parah. Rasio Gini Indonesia turun dari 0,402 pada tahun 2015 menjadi 0,380 pada tahun 2019, namun angka tersebut meningkat pada tahun 2020 menjadi 0,385. Tercatat, pada Maret 2021 berada di angka 0,384.

Untuk wilayah Jakarta, diperkirakan 500.000 orang termasuk dalam kategori miskin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Buyung Airlangga menyebut diperkirakan 500.000 orang di Jakarta termasuk kategori miskin. Data itu meningkat sebesar 0,03 persen dari perbandingan hasil survei September 2020 dan hasil survei Maret 2021.

"Terjadi kenaikan (angka kemiskinan) kurang lebih 0,03 persen. Akibatnya kalau kita uraikan angka 4,72 persen ini kurang lebih setara hampir 500.000 orang jatuh ke lembah kemiskinan," kata Buyung dalam konferensi pers virtual (15/7).

Pada September 2020, lanjut Buyung, angka kemiskinan di DKI Jakarta mencapai 4,69 persen. Data itu mengalami penginkatan ke angka 4,72 persen pada Maret 2021. Jika dibandingkan pada periode Maret-September 2020, kenaikan angka kemiskinan ini tergolong kecil.

"Tetapi peningkatan itu jauh lebih kecil dibandingkan antara periode Maret 2020 sampai dengan September 2020 yang mencapai 0,19 persen," kata Buyung.

Buyung menilai ada dua faktor yang menyelamatkan Ibu Kota dari lonjakan angka kemiskinan. Pertama karena geliat ekonomi yang sudah mulai bangkit. Keuda karena program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diluncurkan pemerintah dan Pemprov DKI.

"Dalam data penyerapan tenaga kerja hampir 250.000 pada posisi Februari 2021, inilah yang menahan kecepatan lajunya kemiskinan di DKI Jakarta," ucap Buyung.

"Mungkin juga Bansos yang digelontorkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi Covid-19 ini membantu menahan kemerosotan kemiskinan lebih cepat lagi," tutur dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...