47.000 Babi Dimusnahkan, Bikin Sungai Imjin Memerah
Sungai Imjin memerah usai 47.000 babi dimusnahkan karena terjangkit Demam Babi Afrika (ASF). [Foto: BBC.com]

47.000 Babi Dimusnahkan, Bikin Sungai Imjin Memerah

Rabu, 13 Nov 2019 | 16:41 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sungai di Korea Selatan (Korsel) berubah memerah lantaran terkena darah babi. Pasalnya, otoritas setempat memutuskan pemusnahan 47.000 babi sebagai upaya mencegah berkembangnya Demam Babi Afrika (ASF).

Darah babi tersebut rupanya berasal dari sebuah kompleks pusara di Korsel yang kemudian menyebar ke Sungai Imjin akibat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Seperti dilansir Kompos.com dari BBC.com, Selasa (12/11), ASF sangat menular dan sulit diobati dengan peluang hidup hampir nol jika babi terinfeksi.

Namun, menurut laporan BBC tersebut, ASF tidak mematikan bagi manusia.

Otoritas lokal menyangkal jika darah babi yang menggenangi Sungai Imjin bakal menular ke hewan lain. Hal ini dikarenakan puluhan ribu babi itu sempat didisinfektan sebelum dimusnahkan.

Prosedur pemusnahan babi itu telah dilasanakan sepanjang akhir pekan. Bangkai mereka dilaporkan diletakkan bertumpuk di sejumlah truk.

Terjadi penundaan dalam produksi plastik yang akan digunakan untuk mengubur. Karena itu, otoritas tak bisa mengubur binatang itu secepatnya.

ASF ditemukan di Korea Selatan baru-baru ini, dengan dugaan penyakit itu muncul dari babi yang melintasi Zona Demiliterisasi (DMZ).

Kasus pertama ASF di Semenanjung Korea tercatat di Korea Utara (Korut), dengan Korsel langsung melakukan langkah pencegahan, termasuk memperketat perbatasan.

Militer Negeri Ginseng mempunyai otoritas untuk membunuh setiap babi hutan yang ketahuan melintas dari wilayah Korea Utara.

Tetapi, meski sudah menerapkan pencegahan, Seoul melaporkan kasus pertama mereka terjadi 17 September lalu, dengan total sudah terjadi 13 kejadian.

Kebanyakan negara di Asia sudah terdampak wabah itu, seperti di China, Vietna, dan Filipina. Bahkan di China, 1,2 juta babi harus dimusnahkan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...