5 Alasan Anak Muda Usia 20-an Sering Galau

Rani
Rani

5 Alasan Anak Muda Usia 20-an Sering Galau

WinNetNews.com - Istilah "Galau" adalah kata-kata yang sedang trend di kalangan generasi masa kini. Apa sih sebenarnya galau itu?, banyak orang beranggapan bahwa galau adalah sebuah kata yang artinya kesedihan yang mendalam dan membingungkan.

ilustrasi danboo galau (WinGamers/amazon)

Sementara itu, jika ditilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa:

ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);

ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau.

Dari refrensi di atas, bisa disimpulkan bahwa pada kenyataannya, kata "galau" lebih dekat artinya dengan kegiatan beramai-ramai, atau dalam kamus disebut "sibuk beramai-ramai". Kemudian kata "galau" yang artinya mengandung pengertian yang berkaitan kondisi psikologis, adalah keadaan "kacau tidak karuan".

Lantas, tidaklah salah jika kata galau ini secara bahasa masa kini, disejajarkan dengan arti keadaan mental sementara yang tidak tenang, sedih, kacau, kemurungan, dan lain sebagainya.

"Galau" bisa dialami oleh setiap orang, mulai dari anak-anak, tua, dan muda. Namun yang paling sering merasakan galau adalah generasi muda di usia 20-an. Lalu, apa sih yang jadi penyebab anak muda usia 20-an sering galau? Yuk simak penjelasan berikut ini!

1.Pencarian Jati Diri

Secara Psikologis, Usia 20-an adalah masa dimana seseorang mencari jati diri. Tidak dapat dipungkiri usia 20-an sebagian besar anak muda disibukan dengan mencoba banyak hal. Dari mulai gonta ganti pekerjaan, putus nyambung dalam percintaan, gonta ganti gebetan, sampai bingung memutuskan masa depan. Banyak orang yang belum menemukan jati dirinya di usia 20-an. Sehingga ketidak mapanan ini membuat Anda yang berusia 20-an sering merasakan galau alisa bimbang.

 

2. Masa Transisi

Masa ini merupakan masa pergantian atau transisi dari remaja menjadi dewasa. Di masa ini orang yang usianya 20-an menjadi ingin berdiri sendiri. Sehingga keadaan ini menuntut seseorang di usia 20-an untuk mnyelesaikan masalahnya sendiri. Pola pikir yang masih setengah matang sering menjadi salah satu penyebab orang di usia 20-an sering galau dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga artikel: Wisata ke Singapore jangan Ke Orchard Road Ke sini aja

3. Berpikir kompleks

Di usia 20-an biasanya orang ingin lebih banyak bermain dan bersenang-senang, namun di sisi lain ada tanggung jawab besar yang menanti di belakang mereka. Anda di usia 20-an biasanya ingin melakukan segala-galanya dengan mandiri. Misalnya, anda ingin membeli baju dengan uang sendiri, ingin jalan-jalan dengan biaya sendiri, ingin memenuhi kebutuhan hidup dengan uang gaji sendiri dan tidak lagi bergantung pada orang tua. Hal ini membuat orang di usia 20-an memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan saat usia remaja. Apapun yang ingin dilakukan harus dipikirkan matang-matang. Pemikiran yang komplek inilah yang membuat mereka menjadi sering merasakan kegalauan.

4. Diberondong pertanyaan "kapan?"

usia 20-an adalah masa-masa awal penentuan seseorang ingin menjadi apa di masa depannya. Anda yang berusia 20-an akan dihadapkan oleh banyak target hidup. Misalkan kapan lulus? kapan kerja? kapan nikah? kapan punya anak? dan rentetan pertanyaan kapan lainnya. Tak heran hal ini membuat Anda yang berusia 20-an sering merasakan galau berkepanjangan.

5. Banyak Peluang dan Kurang Bimbingan

tanpa disadari usia 20-an adalah masa dimana Anda disuguhkan oleh banyak peluang tetapi Anda akan merasakan haus terhadap bimbingan. Secara tidak sadar Anda yang berusia 20-an akan memiliki banyak tawaran dan peluang di depan mata, namun Anda yang berusia 20-an akan sering bimbang karena kurangnya bimbingan dari orang-orang yang lebih berpengalaman.

Apa Reaksi Kamu?