5 Fakta Menarik Masjid Agung Cirebon yang Dibangun Wali Songo

5 Fakta Menarik Masjid Agung Cirebon yang Dibangun Wali Songo

Cirebon - Masjid Agung Cipta Rasa, begitu nama masjid yang dibangun oleh Wali Songo pada abad ke-15. Masjid ini punya banyak keistimewaan, terutama terkait eksistensinya sebagai pusat penyebaran agama Islam. Apa saja?

Dibangun pada 1480, Masjid Agung Cipta Rasa adalah masjid tertua di Kota Cirebon. Disebut juga Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon, masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Letaknya di Jalan Keraton Kasepuhan No 43, Kecamatan Lemahwungkuk.

Masjid Agung Cipta Rasa, yang masih utuh dan berfungsi sampai sekarang. Setidaknya ada 5 fakta menarik terkait masjid ini.

1. Dibangun oleh Wali Songo

Kesultanan Cirebon berkuasa di masa yang sama dengan Kerajaan Demak. Jauh sebelum Kerajaan Mataram terpisah dua menjadi Yogyakarta dan Surakarta. Masjid Agung Cipta Rasa dibangun pada masa yang sama, tepatnya tahun 1480.

Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga adalah dua dari Wali Songo yang berandil besar dalam pembangunan masjid ini. Sekitar 500 orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon sendiri. Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya selain juga Raden Sepat, yang waktu itu berstatus tawanan perang Demak-Majapahit.

2. Dua belas Saka Guru

Biasanya, masjid memiliki 4 Saka Guru (tiang utama). Namun Masjid Agung Cipta Rasa memiliki 12 Saka Guru, yang semuanya terbuat dari kayu jati. Diameter masing-masing Saka Guru adalah 60 cm dengan tinggi mencapai 14 meter.

Saka Guru ini terdapat di bagian dalam masjid. Karena usianya sudah tua, Saka Guru ditopang rangkaian besi untuk mengurangi beban masing-masing pilar.

3. 'Sumur zam-zam'-nya Cirebon

image0

Salah satu bagian yang paling sakral di masjid ini adalah sumur yang sekaligus jadi tempat berwudhu. Sumur ini terletak di beranda bagian utara Masjid Agung Cipta Rasa. Namanya adalah Banyu Cis Sang Cipta Rasa.

Bentuknya memang tak seperti sumur, melainkan dua buah kolam yang masing-masing berbentuk bulat. Dulu, dua kolam ini merupakan tempat wudhu para Wali Songo termasuk Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati.

Air dari sumur ini konon sama murninya dengan air zam-zam dari Arab Saudi. Air dari sumur ini diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit serta memelihara kesehatan.

4. Tiang yang dibuat Sunan Kalijaga

Saka Tatal adalah nama salah satu Saka Guru di Masjid Agung Cipta Rasa. Namun tiang ini punya keistimewaan tersendiri, karena dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Alkisah pada tahap penyelesaian akhir Masjid Agung Cipta Rasa, tiang Saka Guru kurang satu. Untuk melengkapinya, Sunan Kalijaga mengumpulkan 'tatal' alias potongan kayu jati. Beberapa potong kayu itu pun disatukannya menjadi satu tiang, yang kini disebut Saka Tatal.

Usai Saka Tatal dipasang pada tempatnya, rampunglah Masjid Agung Cipta Rasa. Subuh keesokan harinya, digelar salat jamaah untuk yang pertama kalinya dengan Sunan Gunung Jati sebagai imam.

5. Tempat salat khusus keluarga kerajaan

Di Masjid Agung Cipta Rasa, terdapat 2 tempat salat khusus keluarga kerajaan yang disebut 'Maksurah'. Maksurah dalam masjid ini berbentuk area yang dikelilingi pagar kayu. Semuanya terletak di bagian dalam masjid.

Ada satu Maksurah di shaf paling depan untuk keluarga Keraton Kasepuhan, dan satu Maksurah di shaf paling belakang untuk keluarga Keraton Kanoman. Cirebon memang punya 3 keraton yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan.