(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

5 Kebiasaan Yang Menyebabkan Milenial Banyak Utang

Sofia
Sofia

5 Kebiasaan Yang Menyebabkan Milenial Banyak Utang Ilustrasi

Winnetnews.com - Utang kadang-kadang memang dibutuhkan. Namun yang tidak wajar adalah saat seseorang menyalahgunakan utang untuk hal yang hanya bersifat konsumtif. Gaya hidup seseorang bisa menentukan pola belanja mereka. Di zaman yang identik dengan kaum milenial ini, orang-orang berlomba terlihat fancy melalui media sosial mereka. Karena ketidakseimbangan gaya hidup dan penghasilan itu, generasi milenial kerap kali terjebak dalam masalah utang.

Berikut ini 5 penyebab generasi milenial kerap terjebak utang dan kesulitan membayar

1. Tidak bisa mengontrol diri saat belanja online

Belanja online memang memudahkan seseorang. Segala keinginan tinggal klik lalu barang akan datang ke hadapannya. Karena kemudahan akses dalam era digital ini, pengguna bisa semakin mudah mengetahui segala informasi seperti promo dan harga-harga diskon. Hal itu menambah minat beli, padahal sebenarnya kalau ditilik benar-benar, barang tersebut bukanlah sesuatu yang prioritas dan esensial.

Jadi, untuk generasi milenial sebaiknya kontrol pengeluaran dengan membeli sesuatu yang memang krusial dan memang dibutuhkan.

2. Suka gali lubang tutup lubang

Banyak generasi milenial yang mencari utang hanya untuk membayar utang sebelumnya. Hal ini tidak membuat orang justru terbebas dari utang. Mereka akan terus terjerat, sampai mereka berani menurunkan biaya hidup, sehingga sisa penghasilan bisa digunakan untuk mencicil hutang hingga lunas.

3. Kecanduan kartu kredit

Banyak generasi milenial yang salah kaprah memandang kartu kredit sebagai penolong saat mengalami krisis keuangan. Padahal, penggunaan kartu kredit harus disesuaikan dengan penghasilan, agar kamu merasa tidak sulit membayar tagihannya setiap bulan. Milenial bisa terlilit utang kartu kredit karena kebiasaan belanja berlebihan. Apalagi jika sering melakukan tarik tunai saat tidak memiliki uang sama sekali. Hal itu bisa menambah masalah keuanganmu.

4. Traveling biar feeds Instagram indah kayak orang-orang kaya

Traveling sah-sah saja dan memang bikin bahagia. Tapi kalau gara-gara traveling kebutuhan dasar hidup untuk satu bulan ke depan tidak tercukupi, mending ditahan dulu milenials! Jangan sampai kamu malah jadi ngutang buat memenuhi kebutuhan dasar lainnya.

5. Ingin gaya hidup fancy

Sering nongkrong di cafe, belanja barang-barang branded dan sebagainya seringkali dijadikan definisi bahagia oleh kaum milenial. Mereka ingin terlihat hidup mewah, karena kebiasaan membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain hanya melalui foto instagram orang lain. Alangkah bijaknya kalau kamu cermat mengatur keuangan. Sehingga tabungan tidak terkuras hanya karena dorongan berboros-boros ria.

6. Ketularan gaya hidup teman

Ketika lingkup pertemanan kamu adalah orang-orang kaya, kalau kamu tidak punya karakter kuat terhadap cara kamu membelanjakan uang, bisa-bisa kamu jadi ikut-ikutan gaya hidup mewah hanya karena agar diterima di lingkungan mereka. Kalau sudah seperti itu kamu jadi rawan suka ngutang. Generasi milenial harus cerdas finansial dan membelanjakan uang sesuai kemampuan.

 

 

 

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});