50 Lembaga Keuangan Punya Gurita Jasa Keuangan

50 Lembaga Keuangan Punya Gurita Jasa Keuangan

Selasa, 19 Jan 2016 | 13:55 | kontributor
WinNetNews.com - Sejak setahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan pengawasan ketat pada aktivitas bisnis jasa keuangan pada perusahaan yang saling terkait dalam satu induk usaha alias konglomerasi.

OJK mencatat, setidaknya saat ini ada 50 lembaga keuangan yang memiliki gurita anak usaha di jasa keuangan lainnya. Pengawasannya pun dinilai belum optimal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengungkapkan, penguatan pengawasan pada bank, dan perusahaan jasa keuangan yang memiliki hubungan terkait sudah masuk dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia 2015-2019.

“Pengawasan terintegrasi berdasarkan risiko terhadap konglomerasi SJK di Indonesia, akan menjadi inisiatif prioritas OJK. Dengan itu, risiko-risiko konglomerasi yang dapat mempengaruhi SJK dapat terdeteksi secara dini,” terang Muliaman dalam Buku Panduan OJK yang dikutip detikFinance, Selasa (19/1/2016).

Dalam pengawasannya, ujar Muliaman, OJK sudah mulai melakukan pemetaan konglomerasi dan bisnisnya.

“Selanjutnya, OJK juga akan menyempurnakan pengaturan dan pedoman pengawasan terintegrasi yang mencakup manajemen risiko, tata kelola, permodalan, dan aspek lainnya,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini ada 50 konglomerasi keuangan di Indonesia yang terdiri dari bank, perusahaan asuransi, sekuritas, hingga perusahaan pembiayaan.

Konglomerasi tersebut menguasai 80% dari keseluruhan aset industri perbankan yang saat ini mencapai Rp 5.127 triliun.

Sebagian besar dari 50 perusahaan tersebut memiliki hubungan bisnis satu sama lain. Hal ini membuat pihaknya masih kesulitan melakukan pengawasan pada 50 konglomerasi tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...