500 TKA China Masuk RI, Luhut: Untuk Ciptakan 5.000 Lapangan Kerja Ahli
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Bisnis.com)

500 TKA China Masuk RI, Luhut: Untuk Ciptakan 5.000 Lapangan Kerja Ahli

Selasa, 28 Jul 2020 | 10:40 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kedatangan 500 tenaga kerja asing asal China ke Indonesia justru akan membuka lapangan kerja baru. Oleh karenanya Luhut meminta masyararakat untuk tidak meributkan perkara itu karena tak tahu kondisi yang sebenarnya.

"Kemarin ada datang 500 TKA. Anda tahu 500 ini ciptakan lapangan 5.000 ahli bukan lapangan kerja tukang pacul, tidak lapangan kerja operator. Jadi kalau ada yang ribut-ribut itu merusak masa depan republik dan masa depan generasimu," kata Luhut dalam konferensi pers, Sabtu (25/7).

Menurutnya, selain menciptakan lapangan kerja baru, kedatangan 500 tenaga kerja asing itu juga dimaksudkan untuk memberi pelatihan dan transfer teknologi. Pemerintah saat ini bersama investor terkait tengah membangun politeknik di dekat area pabrik untuk mendidik para pekerja lokal.

"Nah transfer teknologi juga dia mau, misalnya bagaimana ekstrak kobalt dari low grade nickel ore, jadi kita tidak perlu impor dari Kongo. Lalu nilai tambah mereka mau sampai lithium battery dan recycling battery tadi mereka mau," jelasnya.

Sebelumnya rencana mendatangkan 500 TKA asal China ke Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara sempat diungkapkan oleh Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi.

Ia menyebut kehadiran TKA asal China tersebut diperlukan untuk percepatan pembangunan smelter dengan teknologi RKEF.  Selain itu ia pun  menyadari teknologi RKEF milik China dapat dibangun dengan ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi tersebut dinilai juga dapat menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.

"Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi yang akan mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing," terangnya dalam pernyataan resminya, Kamis (28/5).

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...