6 Kasus Fenomenal Polri 2016

6 Kasus Fenomenal Polri 2016

WinNetNews.com - Jelang tutup tahun, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pernah menangani beberapa kasus besar yang menghebohkan publik. Bahkan, kasus-kasus yang ditangani oleh Polri dinilai publik menciptakan kegaduhan hukum.

Terutama saat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menetapkan tersangka dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Setidaknya ada enam kasus paling mendapatkan perhatian publik disepanjang 2015 seperti berikut ini :

1. Bambang Widjojanto Tersangka

Kasus sengketa Pilkada Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah mendapatkan perhatian publik karena melibatkan Wakil Ketua KPK waktu itu, Bambang Widjojanto (BW).

Bareskrim Polri menetapkan BW sebagai tersangka karena diduga mengarahkan saksi agar memberikan keterangan palsu di sidang Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada Kotawaringin Tengah tahun 2010.

BW juga sempat ditangkap oleh penyidik saat sedang mengantar anaknya ke sekolah dan langsung di bawa ke Bareskrim. Kasus ini membuat hubungan antara KPK dan Polri memanas.

 

2. Pemalsuan Dokumen dan Paspor Abraham Samad (AS)

Kasus ini dinilai sebagai upaya pelemahan terhadap KPK. Setelah BW ditetapkan tersangka, tak lama kemudian, AS pun ikut ditersangkakan. Keduanya harus merelakan diri nonaktif sebagai pimpinan KPK. Padahal, keduanya tidak kenal kompromi dalam pemberantasan korupsi.

Hingga kini kelanjutan kasus ini tidak diketahui. Sudah sejauh mana kasus tersebut berjalan.

3. Kasus Novel Baswedan

Novel Baswedan merupakan mantan anggota Polri. Novel kemudian bekerja sebagai penyidik di KPK dan menangani berbagai kasus besar seperti dugaan korupsi pengadaan simulator SIM.

Bareskrim Polri kemudian menetapkan Novel sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet saat dirinya menjabat Kasatreskrim Polresta Bengkulu tahun 2004. Kasus yang terjadi sudah lama kemudian diangkat kembali dinilai publik sebagai bentuk kriminalisasi.

Publik pun semakin meyakini bahwa ada upaya Polri untuk melemahkan KPK. Sebab, tiga orang KPK dijadikan tersangka setelah KPK menggagalkan langkah Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Budi yang menjadi calon tunggal Kapolri dijadikan tersangka KPK.

 

4. Dugaan Korupsi Penjualan Kondensat oleh PT TPPI dan SKK Migas tahun 2008-2010

Bareskrim Polri menetapan tiga orang tersangka dalam kasus ini, yaitu Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno. Kasus ini juga cukup mendapakan perhatian publik. Sebab, kerugian dari kasus ini ditaksir mencapai Rp 2 triliun rupiah.

Kasus ini masih bergulir. Meski begitu, hingga saat ini, penyidik belum bisa secara pasti menentukan jumlah kerugian negara karena masih menunggu audit BPK.

5. Dugaan Korupsi Pengadaan Uninterruptibe Suppy Power (UPS) pada APBDP DKI Jakarta 2014

Penyidik telah menetapkan tersangka, yaitu Alex Usman yang merupakan pembuat komitmen pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dan Zaenal Soleman yang merupakan pembuat komitmen pengadaan UPS dari Suku Dinas Pendidkkan Menengah Jakarta Pusat.

Keduanya ditetapkan tersangka saat kasus tersebut baru ditangani. Pengembangan dilakukan oleh penyidik sehingga belum lama ini, dan menetapkan dua tersangka baru dari anggota DPRD DKI Jakarta. Mereka adalah M. Firmansyah dan Fahmi Zulfikar.

Kasus ini mendapakan perhatian publik karena dinilai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung juga terlibat.

 

6. Pengadaan 10 Mobile Crane di Pelindo II

Berawal saat penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan ke kantor Pelindo II, di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu, Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino marah dan menelpon Kepala Bappenas, Sofyan Djalil karena tidak terima ruangannya digeledah.

Saat itu, penggeledahan dipimpin langsung Komjen Budi Waseso, Kabareskrim waktu itu. Saat ini, penyidik baru menetapkan satu orang tersangka yaitu Ferialdy Noerlan (FN).

FN merupakan Direktur Teknik dan Operasional Pelindo II saat itu. Hal ini juga memunculkan spekulasi bahwa pencopotan Budi Waseso dari Kabareskrim akibat pengusutan kasus ini.