6 Kekhawatiran Pria Saat Menjadi Ayah

Yudha Raditya
Rabu, 19 Agustus 2015 15:19 WIB
Oleh Yudha Raditya pada Rabu, 19 Agustus 2015 15:19 WIB
Image 6 Kekhawatiran Pria Saat Menjadi Ayah

image0

wingamers.com - Kelahiran buah hati menjadi saat yang berbahagia sekaligus menegangkan bagi kedua orangtua. Tak dapat dipungkri, saat kehamilan hingga kelahiran, peran seorang ibu memang lebih besar ketimbang ayah. Namun demikian, menjadi seorang ayah ternyata tak luput dari perasaan khawatir akan beberapa hal. Apa saja yang menjadi kekhawatiran para pria setelah menjadi ayah untuk anak-anaknya?

1. Kemampuan bertahan

Setelah bayi lahir, para ayah biasanya telah siap mental untuk membantu istrinya merawat si buah hati. Babak baru dalam kehidupan mereka dimulai sejak kelahiran bayi yang dinantikan seperti terjaga di malam hari selama berbulan-bulan hingga mendukung sang istri merupakan tanggung jawab besar yang dirasakan oleh seorang ayah.

2. Kasih sayang anak

Jangan salah, seorang pria juga memiliki kekhawatiran apakah anaknya akan dapat mencintainya sama besar seperti mencintai ibunya. Para ayah umumnya agak sungkan ketika menunjukkan kasih sayang secara terang-terangan kepada anaknya di depan orang banyak. Namun di dalam hati, mereka sangat menyayangi anak dan ingin mendapatkan balasan yang sama.

3. Ekonomi keluarga

Bukan hal asing jika uang menjadi salah satu kekhawatiran terbesar dari para ayah. Sebagai tulang punggung dan pemimpin keluarga, mereka merasa memiliki tanggung jawab agar sang istri dan anak dapat hidup sejahtera. Tak hanya itu, pengeluaran juga akan membengkak usai memiliki bayi. Para ayah pun siap memutar otak dan bekerja lebih keras demi keluarganya.

4. Kehidupan seksual

Ada kekhawatiran saat memiliki anak dapat mengurangi performa kehidupan seksual. Hal tersebut lumrah terjadi. Pasalnya, kini ada si buah hati yang menjadi fokus perhatian. Namun jika kedua pihak tetap berusaha, bukan tak mungkin kehidupan seksual justru menjadi makin romantis usai memiliki anak.

5. Kehidupan sosial

Beberapa bulan awal usai kelahiran bayi, mau tak mau akan ada jarak antara pria dan sahabatnya. Namun disaat ini, biasanya para pria sudah lebih bijak dalam memilih merawat anaknya yang baru lahir ketimbang mementingkan sahabat. Untuk para istri, tak ada salahnya pula memberikan waktu bagi para suaminya untuk sesekali berkumpul bersama sahabatnya.

6. Khawatir terhadap diri sendiri

Kekhawatiran terbesar para ayah ternyata berada pada dirinya sendiri. "Apakah saya akan menjadi ayah yang baik?" atau "Apakah saya bisa menggendong dan mengganti popok si kecil?" adalah merupakan kekhawatiran yang umumnya dirasakan oleh para ayah. Ingatlah bahwa menjadi orangtua memang harus melaui proses belajar dan para ayah yang memiliki bayi baru saja memulai tahap pembelajaran. Persiapkan dengan banyak membaca dan mencari tahu mengenai cara mengasuh anak serta sarankan untuk jangan malu bertanya pada para ayah lainnya.

Ketika pasangan Anda sudah dapat memberikan cinta, perlindungan, sekaligus kebutuhan untuk keluarga, janganlah lupa memberikan pujian kalau ia adalah seorang ayah yang luar biasa.

Cara mudah tidak cepat gemuk meski sering makan.
Beginilah Kisah Perseteruan Antara Nirvana dan Guns n Roses

Reaksi Kamu