6 Manfaat Berhenti Menggunakan Media Sosial
Foto: Pexels/Ekaterina Bolovtsova

6 Manfaat Berhenti Menggunakan Media Sosial

Rabu, 13 Jan 2021 | 14:30 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Bermain media sosial menjadi salah satu hiburan yang bisa dilakukan di sela-sela kegiatan sehari-hari. Meskipun terasa menyenangkan, tapi menggunakan media sosial juga menyebalkan.

Unggahan lucu yang sering dibuat oleh warganet, memang dapat membuat hati seseorang lebih terhibur. Namun, tak jarang pula ditemui sejumlah komentar negatif yang juga dapat memengaruhi suasana hati.

Baru-baru ini, Meghan Markle dan Pangeran Harry memutuskan untuk berhenti menggunakan media sosial. Mereka melakukan hal ini karena merasa media sosial terlalu banyak mengumbar kebencian dan berpengaruh pada kesehatan mental.

Kira-kira, apa saja yang akan terjadi jika mengikuti jejak Meghan Markle dan Pangeran Harry untuk berhenti menggunakan media sosial? Melansir Reader’s Digest Asia, ini adalah beberapa hal yang terjadi saat berhenti main medsos.

Pekerjaan jadi lebih cepat selesai

Berhenti menggunakan media sosial, membuat kamu tidak akan terganggu oleh suara notifikasi dan lebih bisa produktif saat bekerja. “Ketika kita berhenti untuk memeriksa media sosial, lagi dan lagi, itu benar-benar menjadi bentuk lain dari multitasking, dan multitasking membuat apapun yang kamu lakukan membutuhkan waktu lebih lama, dan kamu melakukannya dengan cara yang lebih rendah,” kata Joanne Cantor, PhD dan penulis buku ‘Conquer CyberOverload’.

American Psychological Association juga mengatakan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, dapat mengurangi waktu produktif sebanyak 40 persen.

Kreativitas terus mengalir

Cantor mengatakan kalau kunci dari pikiran imajinatif adalah beristirahat sesekali saat bekerja dengan sesuatu, selain media sosial. Dengan berhenti menggunakan media sosial, maka kamu membebaskan diri dari pemberitahuan yang menganggu dan membiarkan kreativitas berkembang.

Mengurangi stres

Mendapat informasi yang berlebihan di media sosial memang dapat membuat pikiran menjadi lebih stres. Menurut Greenfield, dorongan untuk terus-menerus menyadari apa yang sedang terjadi di dunia maya menyebabkan peningkatkan kortisol (hormon stres).

Level stres yang tinggi dapat menyebabkan memori otak berkurang dan peningkatan kemungkinan depresi. Berhenti menggunakan media sosial, membuat kamu tidak terlalu rentan terhadap kortisol yang tinggi, serta membuat pikiran lebih fokus dan tenang.

Tidur lebih nyenyak

Sebelum tidur, kebanyakan orang akan mengecek akun media sosial mereka terlebih dahulu. Tanpa disadari, kebiasaan ini malah membuat kamu terus-menerus bermain media sosial dan menunda tidur. Hal ini tentunya dapat mengurangi waktu tidur dan memengaruhi kesehatan.

Ketika berhenti menggunakan media sosial, maka kamu telah membebaskan diri dari kebiasaan ekstra ini dan memberikan tubuh sendiri dorongan kesehatan yang kuat untuk tidur nyenyak. Jika ingin memenangkan diri di sore hari, cobalah untuk membaca buku atau membuat jadwal untuk esok hari.

Hubungan pertemanan lebih erat

Media sosial memang sarana yang tepat untuk tetap berhubungan dengan teman lama atau saudara jauh. Namun perlu diingat kalau hubungan yang dilakukan secara langsung, bisa lebih kuat dibandingkan dengan yang terjadi melalui media sosial. Dengan rehat dari media sosial, memaksa kamu untuk fokus terhadap interaksi face to face.

Jarang bosan

Para peneliti di Kent State yang meneliti 41 mahasiswa menemukan bahwa orang-orang akan menjadi jarang bosan, jika berhenti menggunakan media sosial. Bahkan menurut Andrew Lepp, PhD, seorang profesor di Kent State University yang berspesialis dalam psikologi penggunaan media sosial, orang-orang yang bermain media sosial akan bosan dalam waktu 30 menit.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...