640 Narapidana Korupsi di Yogya, 5 diantaranya Dapat Remisi pada Peringatan Hari Kemerdekaan

640 Narapidana Korupsi di Yogya, 5 diantaranya Dapat Remisi pada Peringatan Hari Kemerdekaan

Jumat, 12 Agt 2016 | 19:31 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Meski pemberian remisi kepada narapidana korupsi menuai banyak kecaman, tapi hingga kini praktek itu tetap dilakukan, termasuk oleh Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebanyak lima narapidana kasus korupsi ikut menjadi bagian dari 640 narapidana yang akan mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2016 mendatang.

"Napi kasus korupsi yang mendapatkan jatah remisi ini yang hukuman pidananya di bawah satu tahun," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta, Pramono di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Jumat 12 Agustus 2016.

Pramono menolak merinci identitas narapidana kasus korupsi yang mendapatkan remisi itu. Dia hanya memastikan bahwa narapidana kasus korupsi itu sudah memenuhi seluruh persyaratan berlaku. "Baik dari syarat sebagai justice collaborator nya juga sudah membayar denda dan uang pengganti semua terpenuhi," ujar Pramono. Dia mengatakan, para narapidana kasus korupsi itu akan menerima remisi saat peringatan kemerdekaan pekan depan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM DIY Etty Nurbaiti merinci, sebanyak 640 narapidana itu mendapatkan remisi yang besarnya berkisar 1-6 bulan masa tahanan. Sebanyak 39 orang narapidana itu langsung bebas. “Termasuk para narapidana korupsi,” ujarnya.

Etty merinci, dari 640 narapidana yang mendapat remisi itu, sekitar 220 orang dapat pengurangan masa hukuman satu bulan. Sedangkan narapidana penerima pengurangan masa hukuman paling banyak yakni 6 bulan hanya ada 12 orang.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X yang menerima pelaporan soal pemberian remisi ini menuturkan kasus korupsi memang menjadi polemik ketika dimasukkan dalam jatah penerima remisi. "Karena korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa," ujarnya.

Tapi Sultan tak melanjutkan pernyataannya itu. Dia hanya meminta pada para narapidana yang langsung bebas tidak menjadi penjahat kambuhan lagi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...