73% Penghuninya Goyah, Indeks Bluechips Syariah Turun Lagi

Muchdi
Kamis, 20 Agustus 2015 17:04 WIB
Oleh Muchdi pada Kamis, 20 Agustus 2015 17:04 WIB
Image 73% Penghuninya Goyah, Indeks Bluechips Syariah Turun Lagi

Penguatan indeks sektor industri aneka tak cukup kuat menghadang aksi jual.

Bursa saham syariah masih belum beranjak dari zona merah. Anjloknya saham-saham disektor perkebunan membenamkan laju indeks ISSI dan JII sepanjang sesi perdagangan.

Pasar modal Tanah Air juga ikut terseret arus pelemahan yang melanda bursa saham regional.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,224 poin (0,85%) ke level 141,442.

Sebanyak 147 emiten syariah menggiring ISSI ke zona negatif. Menguatnya harga saham dari 39 emiten tak kuat menahan ISSI dari gempuran aksi jual.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 4,47 triliun dengan 46,47 miliar saham yang berpindahtangan.

Tekanan jual juga menekan laju indeks saham bluechips syariah. Turun 4,146 poin (0,7%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah di level 587,988.

Indeks JII berhasil mengangkat 6 emiten unggulan syariah ke zona hijau. Namun, 22 penghuni lainnya tertekan aksi jual investor.

Bursa saham Indonesia hari ini memang masih berada dalam tekanan. Terlihat dari turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,94 persen ke level 4.441,911. IHSG sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi di 4.473,083.

Lantai bursa relatif ramai dengan aksi jual beli dengan nilai Rp 6,28 triliun.

Cara mudah tidak cepat gemuk meski sering makan.
Saat Peluk Aman Abdurrahman, Ipda Denny Dibisikin Hal Ini

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.