Skip to main content

8 Warga Pembakar Hutan dan 1 Anak di Bawah Umur Ditangkap

8 Warga Pembakar Hutan dan 1 Anak di Bawah Umur Ditangkap
8 Warga Pembakar Hutan dan 1 Anak di Bawah Umur Ditangkap

Jakarta, Wingamers - Dalam kunjungan kerja dan peninjauan lokasi kebakaran beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menghimbau aparat negara untuk menindak tegas pihak-pihak terkait yang lalai sehingga mengakibatkan kebakaran lahan, dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap di wilayah sumatera dan kalimantan.

Sejalan dengan himbauan tersebut Polda Jambi menahan 8 warga yang kedapatan membakar hutan. Mereka diketahui membakar hutan untuk menanam sawit. Ada lebih dari dua hektar area hutan yang dibabat dan dibakar.

Dilansir dari situs detik, menurut Kapolda Jambi Brigjen Lutfi Lubihanto, Senin (7/9/2015) delapan pria itu ditahan di Mapolda Jambi, sedang seorang anak di bawah umur yang berusia 15 tahun dilepas dan diawasi.

"Yang delapan kami lakukan penanahan," jelas Lutfi.

Menurut nya, para tersangka diketahui membuka lahan di area hutan. Pihak kepolisian mendapat laporan dari warga.

"Ini di Muara Jambi, jadi mereka membuka hutan dan membakarnya. Kami jauh-jauh hari sudah imbau agar warga tidak membakar lahan dan hutan," ungkap lutfi.

Para tersangka diproses UU Kehutanan, juga lingkungan hidup, dan KUHP. Mereka diketahui bekerja secara berkelompok dalam membuka hutan. Misalnya membuka lahan hutan untuk si A, kemudian lahan selanjutnya untuk si B. Polisi memidana mereka karena merusak hutan.

"Sejauh ini kami belum temukan adanya keterlibatan korporasi. Mereka sejauh ini masih individu," terang Lutfi.

Dia juga menyampaikan, di Jambi tidak ditemukan titik api berdasarkan pantauan satelit. Asap yang datang diketahui berasal dari Sumsel. "Dengan Sumsel kan hanya 25-30 Km jaraknya. Jadi asap sejauh ini dari Sumsel, dan sekarang ditangani Satgas Nasional," tutupnya.

Dengan langkah tegas Polda Jambi ini, diharapkan dapat memeberikan efek jera bagi para warga agar tidak sembarangan dan lalai dalam melakukan upaya pembukaan lahan pertanian dan perkebunan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top