Abaikan Kasus Novel, KPK Katakan Ini Kepada Jokowi

Aldina Putri Nst
Aldina Putri Nst

Abaikan Kasus Novel, KPK Katakan Ini Kepada Jokowi Sumber foto: google.com

Winnetnews.com - Ketua Wadah Pegawai KPK akhirnya menanggapi pernyataan Jokowi yang meminta agar kasus Novel Baswedan tidak ditanyakan lagi kepada dirinya melainkan kepada pihak berwajib yang sedang menangani kasus tersebut.

Yudi Purnomo selaku Ketua Wadah Pegawai KPK menyatakan bahwa pihak dari KPK sudah menanyakan berulang kali mengenai perkembangan dari kasus yang telah menimpa Novel Baswedan kepada Ketua Satgasus Novel, Kabareskrim Irjen Pol idham Azizz.

“Kami sudah bertemu dan menanyakan kepada Bapak Kabareskrim selaku Ketua Tim Pencari Fakta kasus Novel mengenai apakah pelakunya ditangkap, dan dijawab belum ditangkap. Sehingga apa yang diminta oleh presiden Jokowi sudah kami lakukan terlebih dahulu sebelum diminta oleh presiden,” ungkap Yudi, Sabtu (13/4/19).

Ia merasa itu bukanlah hal yang salah jika pihak KPK selalu mendesak Jokowi agar menyelesaikan kasus ini, faktanya hanya Jokowi lah yang mempunyai wewenang terbesar untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen agar cepat selesaikan kasus tersebut.

“TGPF Independen di bawah presiden yang notabene sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan merupakan keniscayaan. Apakah suatu kesalahan meminta kepada presiden kasus tersebut segera diungkap setelah 2 tahun masih gelap? Bukankah Bapak Presiden berjanji memperkuat KPK?” tegas Yudi.

Ia merasa janji Jokowi untuk mendukung KPK telah diabaikan oleh Jokowi selaku Presiden .

“Menurut kami salah satu bukti konkret janji tersebut adalah tertangkapnya pelaku teror kepada KPK yang menghambat upaya pemberantasan korupsi, sekaligus bukti adanya penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi penegak hukum, serta adanya kepastian para pelanggar hukum akan di hukum di negara yang berdasarkan hukum ini,” ujarnya.

 

 

 

Penulis: Aldina Putri Nasution
Editor: Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?