Acara renang Muslim tuai kontroversi di Perancis

Acara renang Muslim tuai kontroversi di Perancis

Minggu, 7 Agt 2016 | 17:30 | Rike
WinNetNews.com - Acara renang khusus Muslim itu direncanakan berlangsung di taman wisata air setempat yang mewajibkan perempuan memakai busana tertutup Islami.

Walikota Pennes-Mirabeau, kota di Perancis di dekat sebuah komunitas Muslim terkenal, menyatakan, ia bakal berusaha melarang acara renang yang direncanakan berlangsung di sebuah taman wisata air setempat yang mewajibkan perempuan memakai busana tertutup Islami tradisional.Kegiatan yang diselenggarakan organisasi perempuan Smile 13 itu membuat banyak kontroversi di Perancis, sebuah negara sekuler.Smile 13 yang menyatakan dirinya adalah asosiasi sosial-budaya, olahraga dan bantuan itu mengumumkan di laman Facebooknya bahwa kelompok itu sudah memesan Speed Water Park di dekat Marseille menjadi lokasi acara untuj 10 September mendatang, yang hanya diperuntukkan bagi kaum perempuan, juga anak-anak lelaki dan perempuan berusia 10 tahun ke bawah.Kepada harian Le Parisen, Kamis, Walikota Michel Amiel menyatakan sangat terkejut dan marah atas provokasi itu sehingga ia bermaksud melarangnya dengan alasan acara itu kemungkinan besar menimbulkan kekacauan publik.

Burkini merupakan istilah untuk baju renang Islami. Menjelang Hari Burkini, Smile 13 memberikan saran agar ketentuan bagi perempuan Muslim untuk menutup bagian dada hingga lutut dipatuhi. Pengumuman tersebut juga menyebutkan burkini perlu dikenakan di acara tersebut karena petugas penyelamat yang bertugas adalah laki-laki.

Burkini dikecam awal tahun ini sewaktu sejumlah label busana terkemuka meluncurkan koleksi busana Islami mereka.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...