Skip to main content

Aceh diguyur Hujan, Aktivitas Penerbangan Bandara Cut Nyak Dien Kembali Normal

Aceh diguyur Hujan, Aktivitas Penerbangan Bandara Cut Nyak Dien Kembali Normal
Aceh diguyur Hujan, Aktivitas Penerbangan Bandara Cut Nyak Dien Kembali Normal

image0

Gambar ilustrasi - Situasi penerbangan di bandara yang terkena kabut asap (Wingamers/antaranews)

Jakarta, Wingamers - Setelah sempat terjadi pembatalan jadwal penerbangan dalam beberapa hari, aktivitas bandara Cut Nyak Dien Nagan Raya sudah kembali normal seperti biasanya. Pembatalan jadwal penerbangan sebelumnya akibat pengaruh kabut asap sudah mengganggu jarak pandang sepanjang 3 km.

Beberapa pembatalan jadwal penerbangan dibandara CUt Nyak Dien sudah terjadi beberapa kali selama sepekan terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh ketebalan asap yang sangat menganggu jarak pandang. Selain untuk rute bandara Cut Nyak Dien menuju bandara Internasional Kualanamo Medan, pembatalan jadwal keberangkatan pesawat juga terjadi untuk bandara Lasikin simeulue dan bandara internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.BMKG menyampaikan bahwa kondisi saat ini sudah mulai kembali normal sehingga memungkinkan untuk melakukan aktivitas penerbangan.

Kabut asap yang sempat mengepung Lhokseumawe, Aceh Barat, dan Aceh Selatan mulai berkurang. Untuk wilayah barat-selatan, kabut asap mulai hilang sehubungan guyuran hujan. Sementara itu di kawasan Lhokseumawe kabut asap masih menyelimuti kota walaupun kondisinya semakin menipis.

Berdasarkan pantauan BMKG hujan sudah mulai turun dan akan terus berpotensi hujan sehingga kabut asap sudah mulai hilang. Akibat hujan yang mengguyur beberapa wilayah Aceh, memadamkan titik-titik api yang sempat muncul di wilayah barat-selatan Aceh.

Kabut asap yang terjadi di Aceh berasal dari kebakaran lahan hutan dari wilayah Sumatera, Jambi, dan Riau. Hal ini juga diperparah oleh adanya aktivitas warga Aceh yang kurang ramah terhadap lingkungan. Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat berdampak pada meluasnya kebakaran hutan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top