Ada Apa Ratu Elizabeth II Tiba-tiba Panggil Staf Kerajaan?
Foto: Independent

Ada Apa Ratu Elizabeth II Tiba-tiba Panggil Staf Kerajaan?

Kamis, 4 Mei 2017 | 14:58 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Staf kerajaan dari seluruh negeri telah dipanggil untuk mengadakan pertemuan "sangat tidak biasa" di Istana Buckingham. Personel dari tempat Balmoral dilaporkan menghadiri pertemuan tersebut, di samping staf dari Kastil Windsor dan Sandringham. Topik pertemuan tidak jelas.

Istana telah mengecilkan pertemuan tersebut, mengatakan kepada AP bahwa "tidak ada alasan untuk dikhawatirkan". Seorang sumber dari dalam mengatakan kepada Reuters : "Tidak ada alasan untuk waspada".

Sebuah laporan BBC menyarankan bahwa pertemuan tersebut bukan tentang kesehatan Ratu atau Duke of Edinburgh.

Istana Buckingham mengatakan bahwa pertemuan semua staf semacam itu kadang-kadang terjadi.

Staf dilaporkan akan ditangani oleh Sekretaris Jenderal Ratu Sir Christopher Geidt dan Lord Chamberlain, perwira senior Royal Household.

"Semua orang di tenterhooks," kata seorang anggota staf kepada Daily Mail.

"Meskipun pertemuan yang melibatkan seluruh staf kerajaan kadang-kadang terjadi, seperti yang telah dilakukan pada jam kesebelas ini yang sangat tidak biasa dan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang penting untuk disebarluaskan. Tapi saat ini, hanya yang paling dekat dengannya yang benar-benar tahu apa yang ada di bumi ini." katanya.

Baik Ratu dan Pangeran Philip, yang sekarang berusia 91 dan 95 tahun, nampaknya berada dalam keadaan sehat kemarin. Ratu bertemu dengan Perdana Menteri Theresa May di Istana dan Philip tampil di klub kriket London.

Namun awal tahun ini, kekhawatiran meningkat atas kesehatan mereka.

Pilek berat memaksa mereka untuk melewatkan layanan Hari Natal untuk pertama kalinya dalam beberapa dasawarsa.

Ratu Elizabeth telah menarik diri dari sejumlah tugas dalam beberapa tahun terakhir dan membiarkan anggota keluarga yang lebih muda untuk mengambil alih.

Elizabeth, yang naik tahta pada tahun 1952 adalah raja terpanjang Britania, dan jajak pendapat menunjukkan bahwa dia tetap sangat populer di kalangan orang Inggris. Dia dan Philip dijadwalkan merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke 70 pada bulan November.

Sementara ayahnya, George VI, meninggal pada usia relatif muda pada saat 56 tahun, ibunya hidup sampai umur 101 tahun dan masih muncul di depan umum hampir sampai kematiannya pada tahun 2002.

Kematian Ratu, bila memang terjadi, akan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari di Inggris.

Ungkapan kode yang akan digunakan di kalangan pejabat pemerintah saat dia meninggal adalah 'Jembatan London sedang down, "menurut Guardian .

Sebelum disiarkan ke publik, berita tersebut akan disebarkan ke pemerintah negara-negara dimana Ratu masih menjadi kepala negara.

Dia kemungkinan akan mengadakan pemakaman kenegaraan paling agung dalam sejarah Inggris modern.

"Dia akan mendapatkan semuanya," kata seorang sumber kepada surat kabar tersebut.

"Kami semua diberitahu bahwa pemakaman Churchill adalah requiem bagi Inggris sebagai kekuatan besar, namun sebenarnya benar-benar akan berakhir saat dia pergi." tambahnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...