(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ada Api Misterius di Gunung Kidul

Rani
Rani

Ada Api Misterius di Gunung Kidul

Jakarta, WinGamers - Lagino, Tugiyah, dan keluarga lainnya masih dibuat was-was dengan adanya api misterius yang membakar beberapa perabotan rumah mereka. Sampai saat ini belum diketahui asal muasal api yang membakar perabotan-perabotan mereka tersebut.

image0

Warga mengeluarkan perabotan yang terbakar oleh api misterius (WinGamers/Tribun)

WinGamers melansir dari situs detik, Ladino kemudian menunjukkan beberapa barang perabotan rumah yang terbakar sejak peristiwa pertama tanggal 18 September 2015 lalu. Sebuah pesawat televisi terbakar hangus hingga casing dan tabungnya meleleh. Ada meja tamu kecil dan perabotan terbuat dari kayu lapis juga tampak hangus terbakar. Sebuah almari kecil panjang 1,8 meter tinggi 8 cm terbuat dari kayu jati untuk menyimpan pakaian juga terbakar dibagian belakang.

Semua barang-barang yang terbakar saat ini hanya dibiarkan teronggok di depan rumah. Sedangkan barang-barang yang bisa diselamatkan seperti almari dan meja kursi tamu diletakkan di depan di sisi yang lain.

"Ini panci untuk memasak, kondisinya sampai hancur leleh dan tinggal separuh," kata Ladino.

Dia mengatakan sampai saat ini semua barang-barang milik kelima anggota keluarga lainnya dikeluarkan semua dan dikumpulkan di depan halaman. Kegiatan memasak engan menggunakankayu bakar juga dilakukan di samping rumah. Sedangkan kondisi dalam rumah saat ini sudah kosong karena semua barang-barang sudah dikeluarkan.

"Kami semuanya kumpul didepan rumah setiap hari. Kasur dan tikar juga dikeluarkan. Kalau malam kumpul depan teras rumah dan ada yang tinggal menumpang tidur sementara di rumah keluarga lain yang agak jauh," katanya.

Dia kemudian mengajak media untuk memasuki semua ruangan atau kamar-kamar yang sudah kosong. Almari pakaian hanya ditempatkan di teras rumah. Dia pun mengajak menuju rumah keluarga lainnya yang berada di belakangnya. Semua perabotan rumah juga sudah dikeluarkan. Sedangkan anggota keluarga hanya duduk diteras.

"Sebagian besar bangunan rumah sudah tembok batako. Yang pakai kayu hanya dapur dan satu rumah saja," kata Ladino didampingi Tugirah.

Sementara itu Tugirah mengaku keluarga sampai saat ini masih khawatir terjadinya kebakaran. Meski semua perabotan rumah sudah dikeluarkan.

"Terakhir terjadipada hari Selasa tanggal 29 September kemarin. Kami semua tidak tahu karena berada di luar rumah dan tahu-tahu ada api besar dan dipadamkan dengan menyiramkan air saja," ungkapnya

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});