Ada PMS ada Juga PMDD, Kamu Wajib Tahu Sindrom Pramenstruasi ini Sist!

Ada PMS ada Juga PMDD, Kamu Wajib Tahu Sindrom Pramenstruasi ini Sist!

Selasa, 11 Jul 2017 | 16:22 | kontributor

winnetnews.com - Bagi wanita, sebelum memasuki siklus bulanannya mereka akan merasakan suasana hati yang tak karuan, emosi yang meluap, tidak mood, dan rasa sakit yang luar biasa di bagian perut. Orang mengenalnya sebagai PMS atau Premenstrual Syndrome, yang sangat wajar terjadi pada wanita. Namun bagaimana bila gejala yang dirasakan melebihi itu?

Selain PMS ada pula istilah PMDD atau Premenstrual Dysphoria Disorder. Gejala PMDD ini hampir sama dengan PMS, yaitu seperti perubahan suasana hati, depresi, kurangnya ketertarikan pada aktivitas, kelelahan, merasa tidak terkendali, mudah tersinggung dan marah.

"Ketika hari ke-14 dari siklus saya datang, saya mulai mengalami perubahan hati, depresi, kecemasan, perilaku irasional, kemarahan, migrain, insomnia, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, isolasi, kewalahan oleh tugas-tugas yang relatif kecil dan tidak mampu berfungsi dengan baik atau bekerja banyak waktu selama dua minggu itu," keluh Fiona, seorang ahli gizi di Melbourne dikutip dari bodyandsoul.com.au.

Dengan gejala yang hampir sama kebanyak orang selalu menganggapnya PMS. Oleh karena itu, memeriksakannya ke dokter adalah cara yang tepat untuk membedakan itu adalah gejala PMS, PMDD, atau gangguan lainnya.

"Salah satu kriteria diagnostik untuk PMDD adalah mengesampingkan kondisi lain. Misalnya, memastikan itu bukan kondisi kejiwaan seperti depresi, kecemasan atau sindrom pramenstruasi," kata direktur fertilitas demeter dan ginekologi, Dr David Knight.

Dokter juga harus menyingkirkan gangguan fisik seperti endometriosis, fibroid dan menopause. "Hal utama untuk membuat diagnosis ada dua, yaitu berapa lama gejala-gejala ini berlangsung dan apakah itu mempengaruhi hidup dan hubungan kamu?" ujar Dr Knight.

Salah satu bentuk pengobatan utama adalah penekanan ovarium dengan mengenalkan progesteron, namun salah satu hal yang harus diperhatikan oleh wanita dengan PMDD adalah mereka tidak toleran terhadap progesteron.

"Itu bisa memperburuk gejala. Hal lain yang kami coba adalah serotonin reuptake inhibitor (obat antidepresan)," imbuh Dr Knight.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...