(1) Ada Tangis Tertahan Usai Pembacaan Pledoi Basuki Tjahaja Purnama
Anggota tim kuasa hukum sekaligus adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra/Foto: Zool WNN

(1) Ada Tangis Tertahan Usai Pembacaan Pledoi Basuki Tjahaja Purnama

Selasa, 25 Apr 2017 | 16:05 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Pembacaan pledoi kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, telah tergelar hari ini. Dalam persidangan, Gubernur DKI Jakarta itu membacakan pledoinya yang cukup fenomenal karena ia menganalogikan dirinya sebagai tokoh ikan dalam film kartun 'Finding Nemo'. Di pledoi itu, Ahok mencurahkan bantahannya atas tuduhan telah menodai agama.

Curahan hati juga terlontar dari salah satu anggota tim pengacara Ahok, Fifi Lety Indra. Kepada WinNetNews.com, adik kandung dari Basuki Tjahaja Purnama ini bercerita beberapa hal. Mulai dari pandangannya atas sidang hari ini hingga soal tragedi '98. Berikut wawancaranya:

WinNetNews: Bagaimana anda memandang persidangan hari ini?

Fifi: Pada prinsipnya, kami atas nama keluarga besar Tjahaja Purnama, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada seluruh rakyat Indonesia. Khususnya masyarakat Jakarta yang begitu luar biasa memberikan dukungan moril, kekuatan, penghiburan dan doa.

Kami menerima begitu banyak surat cinta, begitu banyak support, begitu banyak doa, simpati, karangan bunga yang dikirim kepada Pak Ahok dari berbagai daerah, berbagai pihak, hingga luar negeri dengan latar belakang yang berbeda. Kami merasa begitu dicintai oleh seluruh saudara-saudara kami dari berbagai macam latar belakang yang berbeda itu. Dari Sabang sampai Merauke. Bahkan dari Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, mereka mengirimkan surat cinta yang menyatakan kecintaannya kepada Pak Ahok.

Kami hanya berharap, mampu menjalankan pesan dari almarhum bapak kami, Indonesia tanah air kami, tumpah darah kami, kami punya hak dan kewajiban yang sama sepahit apapun kami diperlakukan dengan tidak adil.

WinNetNews: Beberapa media sempat menguak fakta kaitan antara keluarga anda dengan tragedi '98. Bisa diceritakan maksudnya?

Fifi: Pada kerusuhan Mei '98, kami dilarang almarhum ayah kami untuk meninggalkan Indonesia. Walaupun kami sekeluarga bisa tinggal nyaman di luar negeri. Tapi kami memilih, ini tanah air beta! Kami lahir maka mati juga di sini! Hanya, ijinkan kami, ijinkan kami berbakti dan melayani Indonesia.

Kami tidak bisa memilih, lahir sebagai suku apa, lahir dengan agama apa, itu kedaulatan Tuhan Yang Maha Esa. Tapi kami telah diijinkan Tuhan lahir di Indonesia, maka ijinkan kami berbakti untuk nusa dan bangsa ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...