Ada Tangis Tertahan Usai Pembacaan Pledoi Basuki Tjahaja Purnama (Tamat)
Adik kandung Basuki Tjahaja Purnama sekaligus anggota tim kuasa hukum, Fifi Lety Indra/Foto: Zool WNN

Ada Tangis Tertahan Usai Pembacaan Pledoi Basuki Tjahaja Purnama (Tamat)

Selasa, 25 Apr 2017 | 19:26 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Persidangan dengan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, tinggal menunggu ketuk palu dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, (09/5/2017) nanti. Seluruh energi bangsa ini, bahkan kemungkinan besar juga dunia, fokus dan menunggu hasilnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar Basuki Tjahaja Purnama, salah satu anggota dari tim kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra menyeritakan apa yang ia rasakan kepada WinNetNews.com . Dengan mata yang kerap menahan tangis juga tarikan nafas serta helaannya yang panjang, adik kandung Ahok ini menyampaikan bahwa seluruh keluarga besarnya akan tetap berada di belakang Ahok, apapun yang terjadi.

WinNetNews: Dengan seluruh jadwal persidangan yang ketat hingga opini masyarakat yang terlontar juga perhatian masyarakat dunia, seberapa besar energi pihak keluarga yang terserap menghadapi kasus ini?

Fifi: (Menarik nafas panjang sebelum menjelaskan - red) Kita harus, suka nggak suka, harus bersama-sama. Namanya juga saudara. Susah senang ditanggung bersama. (Fifi lalu menghela nafas panjang - red)

Karena, biar bagaimanapun, kami diminta oleh orang tua kami, untuk mencintai tanah air ini untuk melayani bangsa kami. Kami tidak boleh tinggal di luar negeri. Adik saya bahkan lulusan Switzerland, dipaksa juga oleh keluarga untuk tidak tinggal di luar negeri.

Kami punya kesempatan untuk tinggal di luar negeri, tapi kami pegang teguh wasiat ayah: Ini negara kita, bangsa kita, ini kewajiban kita melayani bangsa ini.

WinNetNews: Seberapa besar sebenarnya penanaman rasa cinta kepada Indonesia oleh almarhum ayah anda?

Fifi: (Sempat terdiam, Fifi kemudian terlihat mengingat, kemudian menarik nafas panjang kembali - red) Kecintaan ayah kami kepada Indonesia terlihat dari nama kakak saya, Basuki Tjahaja Purnama. Beliau terinspirasi dengan cahaya matahari yang memberikan sinarnya kepada semua orang. Juga bulan purnama. Tidak memandang suku, agama, ras hingga antar golongan. Itu harapan almarhum ayah kami: menolong sesama tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan. (Fifi kembali menghela nafas panjangnya - red)

WinNetNews: Terakhir, sekaligus penegasan, terlepas dari konteks bahwa anda adalah tim kuasa Basuki Tjahaja Purnama - bagaimana anda sebagai adik memandang persidangan terhadap kakak kandung anda ini?

Fifi: Hari ini menyedihkan. Karena apa? (mendadak Fifi terdiam lalu matanya berkaca-kaca - red) . Seandainya kami bukan keturunan, seandainya kami ini agamanya mayoritas, mungkin nggak hari ini ada kejadian seperti ini?

Tapi, biarlah masyarakat yang menjawabnya sendiri.

Dan kami sekeluarga sudah memilih untuk tetap melayani dengan sepenuh hati, dengan kasih, apapun resikonya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...