Adakah Dampak Samping dari Imunisasi?
ilustrasi

Adakah Dampak Samping dari Imunisasi?

Sabtu, 17 Okt 2020 | 07:58 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Imunisasi adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit. Tidak heran, Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan rangkaian imunisasi untuk anak-anak dan bayi wajib diberikan. Di balik manfaatnya, hal yang paling ditakutkan oleh orangtua adalah efek samping setelah pemberian imunisasi, seperti demam. Ini membuat sebagian dari orangtua memutuskan untuk anak-anak tidak diimunisasi. 

Padahal kalau tidak imunisasi atau terlambat, bisa membahayakan kesehatan anak. Maka, penting untuk orangtua memahami efek samping imunisasi.

Apakah anak pasti sakit setelah pemberian vaksin?

image0

Bayi, anak-anak, dan orang dewasa mungkin akan mengalami sakit setelah imunisasi sebagai efek samping yang ditimbulkannya.  Namun, sebagian besar vaksin jarang menimbulkan efek samping yang serius.

Risiko munculnya efek samping vaksin masih jauh lebih rendah dibandingkan risiko kena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin.

Setiap jenis vaksin memiliki efek samping yang berbeda, tetapi sebagian besarnya umumnya cukup ringan. Efek samping yang umumnya terjadi, termasuk:

  • Rasa sakit sementara pada area yang disuntik
  • Kemerahan, bengkak, atau nyeri di tempat suntikan
  • Gejala mirip flu atau tidak enak badan (demam ringan, sakit perut, muntah, hilang selera makan, dan sakit kepala)

Efek samping ini muncul tidak lama setelah vaksin diberikan, biasanya hanya 1-2 hari. Namun, jika Anda mengalami gejala yang berkelanjutan, segera periksakan diri ke dokter.

Meskipun begitu, vaksin juga bisa menimbulkan efek samping yang serius. Namun, ini memang sangat jarang terjadi. Berikut beberapa efek samping berat yang mungkin terjadi berdasarkan jenis vaksinnya.

  • Live attenuated (LAV) misalnya setelah vaksin campak. Vaksin MR untuk campak dapat menimbulkan reaksi alergi berat dari cairan yang terkandung dalam vaksin, atau disebut dengan syok anafilaktik.
  • Inactivates, ini termasuk pertusis. Vaksin ini menimbulkan efek samping hipotonik dan episode hiporesponsif.
  • Toxoid, ini termasuk vaksin TT (tetanus). Vaksin ini bisa menimbulkan syok anafilaktik dan neuritis brakialis.

Oleh karena itu, sebelum Anda melakukan imunisasi, selalu beri tahu dokter atau perawat jika Anda memiliki alergi atau pernah mengalami reaksi alergi terhadap vaksin sebelumnya.

Hal ini dikarenakan akan ada kemungkinan seseorang bisa alergi terhadap vaksin, tapi ini sangat langka.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...