Adhyaksa Dault: Ahok Jangan Jumawa!

Adhyaksa Dault: Ahok Jangan Jumawa!

Selasa, 2 Feb 2016 | 08:49 | Rusmanto
WinNetNews.com - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault menanggapi dingin tudingan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut dirinya tidak paham statistik. Adhyaksa yang digadang-gadang sebagai lawan kuat Ahok itu disebut Ahok tak paham statistik, karena hanya berlatar belakang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Menurut Adhyaksa, meski hanya mantan Menpora, ia sudah cukup banyak mempelajari tentang statistik. Apalagi ia juga pernah menempuh pendidikan doktoral bidang kelautan dan perikanan di Institut Pertanian Bogor. Oleh karenanya, ia meminta Ahok agar tidak sombong.

“Pesan saya, Ahok jangan jumawalah. Jangan suka merendahkan orang. Hidup ini berubah,” kata Adhyaksa, di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Adyaksa juga mengingatkan Ahok agar tidak pongah melihat hasil survei CSIS yang menempatkannya di urutan teratas. Sebab, survei itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Pilkada DKI yang masih lebih dari setahun lagi.

 

“Sekali lagi saya pesan kepada Pak Ahok, jangan jumawa, jangan mentang-mentang. Survei hari ini tidak sama dengan nanti (saat menjelang Pilkada, red),” jelasnya.

“Pak Ahok memang pintar segala-galanya. Tapi ingat, di atas langit masih ada langit.”

Diketahui, tudingan Ahok ini bermula dari perhatian mereka terhadap hasil survei CSIS mengenai elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Survei itu menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok 43,35 persen, mengungguli tiga nama lain, yakni Adhyaksa Dault (4,25 persen), Ridwan Kamil (17,25 persen), dan Tri Rismaharini (8 persen).

Lantas, Adhyaksa menyebut hasil survei itu tidak menguntungkan bagi Ahok sebagai calon petahana. Dengan hanya memperoleh 43,35 persen berarti mayoritas warga DKI tak menghendaki Ahok jadi gubernur lagi.

 

Namun Ahok langsung marah disebut tidak disukai mayoritas warga Jakarta. Ia pun menyebut Adhyaksa tidak paham soal survei, karena latar belakangnya hanya sebagai Menpora.

"Mungkin dia hanya Menteri Olah Raga (dulu) jadi dia enggak mengerti sistem statistik, sistem survei, dia enggak mengerti," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/2/2016).

disadur dari situs teropongsenayan

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...