Adu Argumen Warnai Sidang Pemakzulan Trump
Suasana sidang pemakzulan Presiden AS, Donald Trump, Selasa (21/1) waktu setempat. [Foto: Washington Post]

Adu Argumen Warnai Sidang Pemakzulan Trump

Kamis, 23 Jan 2020 | 09:36 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Upaya kubu Partai Demokrat untuk memperbolehkan Senat Amerika Serikat (AS) yang didominasi Partai Republik dalam memanggil saksi dan meminta dokumen terkait pemakzulan Presiden AS, Donald Trump gagal.

Mengutip Tempo, Senator AS dari Fraksi Partai Republik menghalangi upaya tersebut lewat mekanisme voting di mana Demokrat kalah dengan skor 47-53 pada hari Selasa (21/1) waktu AS.

"Aturan itu seperti sengaja dibuat oleh Presiden Donald Trump untuk Presiden Donald Trump," ujar Ketua Senat Minoritas (Senate Minority Leader), Chuck Schumer sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (22/1).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, upaya pemakzulan Trump berawal dari klaim Partai Demokrat bahwa mereka menemukan bukti Trump berupaya memata-matai kandidat rivalnya di Pemilu 2020 nanti, Joe Biden.

Trump menggunakan segala cara untuk menguntit Biden, termasuk menugaskan penasehat hukumnya dan meminta tolong pemerintah Ukraina.

Sebelum sidang pemakzulan dimulai di Senat AS, tim hukum Trump sudah memberikan tanggapan atas dakwaan yang dibuat Demokrat.

Tim hukum Trump menganggap Partai Demokrat hanya membual perihal tuduhan Trump mencoba memata-matai Joe Biden.

Selain itu, tim hukum Trump juga menganggap mereka tidak memiliki cukup bukti dan saksi untuk memakzulkan Trump.

Di hari pertama sidang pemakzulan Trump di Senat, kubu Demokrat mengajukan 11 amandemen yang pada intinya memperbolehkan mereka untuk menggali lebih dalam bukti-bukti terkait operasi gelap Trump.

Beberapa permintaan mereka mulai dari mengajukan permohonan memanggil saksi dari gedung putih hingga meminta dokumen-dokumen sensitif terkait hubungan Trump dan Ukraina.

Salah satu saksi kunci yang diincar oleh Partai Demokrat adalah John Bolton, penasehat keamanan AS (National Security Adviser).

Partai Demokrat menyakini Bolton tahu banyak soal operasi Trump untuk mendapatkan informasi soal Biden via Ukraina.

Beberapa waktu lalu, Bolton siap memberikan keterangan apabila dipanggil oleh Senat AS, namun Republik menghalangi langkah ini.

"Apa yang terjadi sekarang adalah Senat diminta untuk menyelesaikan sidang ini secepat mungkin dan mustahil untuk mendapatkan bukti yang mencukupi. Persidangan ini akan berjalan cepat dan hasil yang gelap," ujar Schumer.

Meski amandemen yang diajukan Partai Demokrat gagal, beberapa perubahan terhadap mekanisme jalannya persidangan disetujui.

Misalnya, baik Partai Demokrat maupun tim hukum Trump memiliki waktu tiga hari untuk menyiapkan argumen hukum mereka. Sebelumnya, mereka hanya memiliki waktu dua hari.

Selain soal batas waktu penyiapan argumen, Senat AS juga memperbolehkan kubu Partai Demokrat untuk menggunakan bukti yang telah mereka miliki tanpa mekanisme voting.

Sebelumnya, bisa atau tidaknya bukti digunakan harus memakai sistem voting terlebih dahulu. [tempo]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...