AG dan DD Tersangka Kasus Transplantasi Ginjal Awalnya Adalah Pendonor

Rusmanto
Jumat, 29 Januari 2016 16:03 WIB
Oleh Rusmanto pada Jumat, 29 Januari 2016 16:03 WIB
Image AG dan DD Tersangka Kasus Transplantasi Ginjal Awalnya Adalah Pendonor

WinNetNews.com - Kasus penjualan ginjal di Bandung saat ini tengah diselidiki polisi. 3 orang tersangka yakni HS, AG dan DD pun telah diciduk pada tanggal 17 dan 18 Januari lalu.

Pengacara ketiga tersangka, Osner Johnson Sianipar, Jumat (29/1/2016) menceritakan awal mula AG dan DD mengenal HS yang merupakan 'pemain lama' sindikat penjualan organ tubuh ini. Menurut Osner, AG dan DD awalnya merupakan pendonor.

"AG dan DD ini awalnya memang mereka itu pendonor, jadi mereka berdua itu saat ini hanya memiliki 1 ginjal, kalau tidak salah (AG dan DD jadi pendonor) sekitar bulan Juli 2014," jelasnya.

Entah bagaimana, HS kemudian memberikan tawaran kepada AG untuk menjadi perekrut calon korban. Sebagai imbalannya, HS menjanjikan uang sebesar Rp 10 juta per orang.

"Awalnya AG dulu yang direkrut oleh HS. Fee Rp 10 juta ternyata mengubah perekonomian keluarganya. Melihat AG yang perekonomian keluarganya bagus, DD pun rupanya tertarik, hingga kemudian memutuskan untuk ikut menjadi perekrut," kata Osner.

Dia mengatakan, AG dan DD memang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, sehingga uang Rp 10 juta dianggap besar dan mampu mengubah perekonomian keluarga mereka.

"AG dan DD ini pekerjaan sehari-hari adalah buruh kasar. Karena perekonomiannya buruk, akhirnya tertarik," kata Osner.

disadur dari situs detik news

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Serangan Udara di Suriah Tewaskan 7 Warga Sipil

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.