Agar Mahasiswa Tak Stres, Universitas Ini Sediakan Meditasi di Dalam Kubur

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Agar Mahasiswa Tak Stres, Universitas Ini Sediakan Meditasi di Dalam Kubur Sumber: Mirror.co.uk

Winnetnews.com - Saat waktu ujian semester tiba, biasanya para mahasiswa akan belajar dengan giat demi mendapatkan nilai yang bagus. Namun tak jarang, mereka juga akan mengalami stres karena terlalu memikirkan soal-soal yang akan dihadapi saat ujian. Untuk meminimalisirnya, biasanya mereka akan menghibur diri dengan menonton film ataupun jalan-jalan.

Namun, hal berbeda oleh mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari Radboud University, Belanda ini. Dilansir dari Mirror.co.uk, agar kadar stresnya berkurang, mereka akan melakukan meditasi di dalam liang lahat.

Meditasi ini juga sebenarnya merupakan sebuah fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus. Mereka memiliki sebuah liang kubur terbuka yang berlokasi di belakang gereja universitas. Di dalamnya terdapat tulisan "Stay Weird" atau "Tetaplah Aneh".

Selain itu, untuk mendukung meditasi dapat berjalan dengan lancar, di dalam liang kubur juga tersedia selimut dan matras yoga. Sehingga, mahasiswa bisa melakukan meditasi di sana selama 30 menit hingga 3 jam hingga stresnya hilang.

Meditasi yang aneh ini, menjadi viral. Sehingga banyak mahasiswa yang mengantre untuk dapat melakukan meditasi di dalam liang kubur.
"Aku dan temanku berencana untuk mencobanya seminggu lalu, dan kami menemukan kalau ada daftar tunggu untuk dapat masuk ke kuburan. Jadi bisa dibilang ini cukup populer. Kami belum mendapatkan kesempatan untuk mencobanya," ungkap Sean McLaughlin, seorang mahasiswa di sana.

Di balik keanehannya, meditasi ini memiliki tujuan dan makanya sendiri. Proyek meditasi ini dinamakan "Memento Mori" yang artinya "ingat Anda akan mati".

John Hacking, pendeta yang memulai aksi ini mengatakan kalau tujuannya melakukan hal ini adalah agar para mahasiswa dapat lebih menghargai kehidupan mereka. Menurutnya, waktu untuk berada di dunia ini amatlah sedikit.

"Akhir dari hidup adalah kematian. Dan itu sebuah hal yang tabu dan sulit bagi para mahasiswa. Kematian sangat sulit untuk dibicarakan, terutama ketika berusia 18, 19, 20 tahun," tutur Hacking.

Apa Reaksi Kamu?