Agar Terhindar dari Penularan COVID-19, Pasien Kanker Harus Lebih Ketat Menjaga Diri
ilustrasi

Agar Terhindar dari Penularan COVID-19, Pasien Kanker Harus Lebih Ketat Menjaga Diri

Sabtu, 8 Agt 2020 | 09:24 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Dalam beberapa studi, pasien kanker berada dalam urutan atas orang dengan risiko tertinggi saat terinfeksi COVID-19. Akan tetapi hal ini tidak boleh menjadi hambatan bagi pasien kanker untuk menjalani pengobatan. 

Saat ini, rumah sakit berupaya melakukan pemeriksaan ketat untuk mencegah penularan COVID-19 pada pasien kanker agar mereka tetap bisa menjalani pengobatan secara rutin. Hal ini mengingat penundaan penanganan kanker bisa berisiko memperburuk kondisi pasien.

Prosedur menjaga pasien kanker terhindar dari risiko COVID-19

image0

Setiap orang yang ingin memasuki gedung Rumah Sakit Kanker Dharmais harus mengisi formulir secara manual atau elektronik. Formulir tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan seputar riwayat perjalanan dan penyakit.

Setelah itu, pengunjung harus melakukan pengecekan suhu dan wawancara sederhana berkaitan dengan gejala yang dirasa serta maksud dan tujuan kedatangan. Setelah melewati screening tersebut, pengunjung baru diizinkan masuk gedung rumah sakit. 

Pada pasien kanker, pemeriksaan terkait COVID-19 akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan (RT-PCR). Semua pasien harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan COVID-19, terutama pasien kanker yang akan melakukan tindakan medis berupa kemoterapi, radioterapi, atau operasi kanker.

“Jangan sampai pasien positif COVID-19 kita kemoterapi, nanti bisa jeblok. Kita (RS Kanker Dharmais) melakukan swab pada 50 sampai 100 pasien setiap harinya. Ini agar kita tahu bahwa pasien aman untuk kita lakukan pengobatan,” kata spesialis kanker paru, dokter Jaka Pradipta, kepada Hello Sehat, Kamis (23/7), di RS Kanker Dharmais.

Screening ketat ini dilakukan karena pasien kanker berisiko tinggi tertular COVID-19 karena cenderung memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Selain itu, beberapa studi mengatakan bahwa ketika pasien kanker terinfeksi COVID-19, gejala yang ditimbulkan akan lebih berat dan fatal dibandingkan dengan orang tanpa penyakit penyerta.

Risiko perburukan gejala akan meningkat jika pasien yang sedang menjalani rangkaian pengobatan kemoterapi atau radiasi ini terinfeksi COVID-19. 

“Jadi, pasien-pasien kanker di era pandemi ini harus benar-benar dilindungi,” kata dokter Jaka. 

Dokter Jaka menekankan agar pasien kanker melakukan pencegahan COVID-19 jauh lebih ketat daripada orang-orang tanpa kanker. 

  1. Hindari keramaian.
  2. Rajin mencuci tangan.
  3. Wajib mengenakan masker. 
  4. Diutamakan tetap ke rumah sakit, jangan sampai ada penundaan penanganan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...