Aguan Jelaskan NJOP ke Prasetyo dan Taufik Via Telepon

Zaenal Arifin
Rabu, 27 Juli 2016 20:43 WIB
Oleh Zaenal Arifin pada Rabu, 27 Juli 2016 20:43 WIB
Image Aguan Jelaskan NJOP ke Prasetyo dan Taufik Via Telepon

 Jakarta, Winnetnews.com -  Pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, mengaku menjelaskan tentang cara penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di pulau reklamasi kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy Marsudi dan Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) Mohamad Taufik.

"Melalui telepon saya jelaskan (NJOP) juga ke Pak Taufik, tapi dia bilang bukan bidang dia. Sebelumnya saya bicara ke Prasetyo, tapi dia juga tidak mengerti jadi 'ngasih' (telepon) ke Pak Taufik," kata Aguan dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Aguan menjadi saksi dalam kasus suap mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan pegawainya Trinanda Prihantoro yang didakwa menyuap anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Gerindra Mohamad Sanusi sebesar Rp2 miliar agar mengubah pasal yang mengatur kontribusi tambahan dalam Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP) dari tadinya 5 persen menjadi 15 persen kontribusi.

"Awalnya saya mendapat kabar dari Pemda mengajukan NJOP yang angka luar biasa tinggi. Sepengaetahuan saya ada tim khusus yang membuat NJOP itu. Gubernur maupun DPRD tidak bisa menetapkan NJOP menggunakan angka yang ada. Dia (Pemda) kasih harga NJOP Rp20 juta lebih, saya bilang itu berlebihan," ungkap Aguan.

Menurut Aguan yang sudah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun di bidang properti, ada formula khusus untuk menetapkan NJOP.

"Ini pulaunya bahkan belum juga selesai, jalan belum selesai, bangun rumah belum selesai 'you' mau ambil daratan NJOP-nya kurang fair, kalau misalnya satu area NJOP-nya Rp3 juta kalau mateng (harga jual) itu Rp10 juta, Kalau laha 100 persen, penggunaan tanah kita hanya 33 persen, karena ada tanah hijau, fasos (fasilias sosial), fasum (fasilitas umum) dan tanah (kontribusi) 5 persen itu," tegas Aguan.

NJOP tanah rumah Aguan di Pantai Indah Kapuk yang masuk kawasan mewah NJOP-nya hanya Rp15 juta.

"Saya di PIK baru bayar Rp15 juta jadi kalau (NJOP pulau reklamasi) diambil Rp20 juta itu tidak masuk akal. Maksud saya, saya ampaikan ke anggota DPRD dan Sunny mengenai ini ketentuannya terlalu tinggi, kalau bisa cari tim khsusu untuk menilai," jelas Aguan.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Polisi Malaysia Tangkap 3 WNI yang Diduga Terkait ISIS

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.