Aguan Keluhkan Lambannya Proses Pengesahan Raperda ke Ahok dan Sunny

Aguan Keluhkan Lambannya Proses Pengesahan Raperda ke Ahok dan Sunny

 Jakarta, Winnetnews.com -  Pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan sudah pernah mengeluhkan mengenai lambatnya proses pengesahan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP).

Hal itu disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan stafnya Sunny Tanuwidjaja.

"Banyak masukan saya termasuk UDGL (Urban Design Guide Line atau panduan rancang kota). Kita sudah sampaikan Pak Gubernur tapi disampaikan percayakan ke kepala dinas, tapi karena kita dekat dengan gubernur, kita tidak mau ambil tindakan hukum meski dalam perjanjian kerja sama dengan pemda, setiap perjanjian wajib pemda yang urus," kata Aguan dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Aguan menjadi saksi dalam kasus suap mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan pegawainya Trinanda Prihantoro yang didakwa menyuap anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Gerindra Mohamad Sanusi sebesar Rp2 miliar agar mengubah pasal yang mengatur kontribusi tambahan dalam Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP) dari tadinya 5 persen menjadi 15 persen kontribusi.

Aguan juga mengaku kadang berdiskusi dengan Sunny Tanuwidjaja yang mejabat sebagai staf Ahok.

"Sebelum Pak Ahok menjadi gubernur dan anggota DPR sudah kenal berkala di diskusi politik dan lain-lain, jadi kalau ada aspirasi atau masukan saya sampaikan melalui Sunny," kata Aguan.