Agung Laksono Bantah Akan Mendirikan Partai Baru

Agung Laksono Bantah Akan Mendirikan Partai Baru

Jumat, 29 Jan 2016 | 14:00 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kalangan elite dari kubu Agung Laksono (AL) membantah akan mendeklarasikan Partai Golkar Indonesia (PGI) dalam waktu dekat. AL tidak pernah memerintahkan pendirian partai baru. AL juga tidak tahu terkait rencana tersebut.

"Apa yang terjadi hanya riak-riak kecil saja. AL maupun Sekjen Zainudin Amali (ZA) tidak pernah memerintahkan pendirian partai," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG dari kubu AL, Melki Laka Lena di Jakarta, Kamis (28/1).

Pernyataan tersebut disampaikan Melki dalam menanggapi sekretaris panitia deklarasi, Yamin Luther, yang mengatakan akan segera mendeklarasikan PGI. Yamin menegaskan ada 520 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hasil Munas di Ancol-Jakarta siap mengikuti deklarasi.

"Persiapan deklarasi sudah mencapai 80 persen. Partai Golkar Indonesia telah mengakomodir para pinisepuh, kader potensial, pemuda/i, purnawirawan TNI/Polri dan purnabhakti PNS yang selama ini ditinggalkan sebagai kekuatan baru untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar," kata Yamin Luther, di Jakarta, Kamis (28/1).

 

Melki menjelaskan sampai saat ini, kendali kubu Ancol masih dipegang AL dan ZA. Kedunya belum pernah mengatakan akan mendirikan partai baru. Menurutnya, saat ini Partai Golkar sudah menjelang ujung penyelesaian konflik. Pasca Munas nanti perbaikan menyeluruh pasti dilakukan.

"Kami tentu berharap Munas menjadi pintu masuk rekonsiliasi total sehingga semua pihak khususnya yang berkonflik selama ini tetap berada dalam rumah bersama Partai Golkar dan tidak perlu pindah partai atau membuat partai baru," ujarnya.

Bantahan serupa disampaikan Ace Hasan Syadzily. Ace yang masuk kepenggurusan pada kubu AL ini menolak secara tegas kemunculan deklarasi PGI. "Saya sangat tidak mendukung kalau ada pihak yang mendeklarasikan Partai baru itu," tegasnya.

Sama seperti Melki, dia jelaskan upaya rekonsiliasi masih berposes dan Golkar dalam tahap penyatuan dua kubu. Rekonsiliasi dipantau Tim Transisi.

"Tim Transisi akan menggabungkan keduanya dalam Munas. Tidak menghilangkan salah satunya," jelas Ace.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...