Ah Keren Banget!!! 3 Mahasiswa ITB Ini, Lagi Ngembangin Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut
Dok. ITB

Ah Keren Banget!!! 3 Mahasiswa ITB Ini, Lagi Ngembangin Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut

Selasa, 25 Apr 2017 | 09:55 | Gunawan Wibisono

WinNetNews.com - Inovasi terkait energi terbarukan sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Berbagai penelitian pun dilakukan guna mendapatkan energi yang ramah lingkungan. Semua berlomba-lomba untuk menemukan inovasi tersebut.

Ada tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Larasita, Irfan Muhammad Yusuf, dan Rizky Duanita yang memiliki ide untuk memanfaatkan gelombang laut untuk menghasilkan energi listrik. Mereka mengembangkan sebuah alat yang kemudian diberi nama double turbine wave energy.

Ketua tim, Irfan menjelaskan, gelombang laut menyimpan energi kinetik dalam jumlah besar yang dapat dikonversi menjadi energi listrik. Gerakan air laut tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan generator pembangkit listrik.

"Saat diletakkan di permukaan laut, alat ini akan mendapat tekanan dari permukaan gelombang laut yang naik. Akibatnya udara di sekitar alat akan terdorong masuk ke dalam alat. Selanjutnya udara yang telah masuk ke dalam alat akan menggerakkan turbin yang terdapat di dalam alat, dan telah dihubungkan dengan generator," paparnya dinukil dari laman ITB, Selasa (24/4/2017).

Mahasiswa teknik kelautan itu mengungkapkan, perbedaan alat yang dirancang dengan pembangkit listrik tenaga gelombang laut yang sudah ada sebelumnya adalah jumlah turbin yang digunakan. Seperti namanya, alat ini menggunakan dua buah turbin.

"Alat ini dapat meminimalisir kehilangan energi yang terjadi sehingga perolehan energi yang dihasilkan lebih besar. Menurut kalkulasi, alat ini dapat menghasilkan energi listrik hingga 9,3 juta Mega Watt hour apabila digunakan di perairan yang memiliki gelombang laut yang cukup tinggi," ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, double turbine wave energy masih berupa prototype. Meski begitu, alat ini sudah diikutsertakan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Teknik Perkapalan ITS di Surabaya.

"Kami berencana untuk mengembangkan penelitian sehingga dapat membuat alat yang sesungguhnya. Alat ini sebetulnya masih kurang ekonomis, jadi perlu dikembangkan agar biaya produksi dapat ditekan," imbuh anggota tim, Larasita.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...