Ahmad Dhani Diuntungkan oleh Saksi Farhat Abbas

Ahmad Dhani Diuntungkan oleh Saksi Farhat Abbas

WinNetNews.com – Hari ini, Kamis (26/11/2015), kasus pelecehan Ahmad Dhani – Farhat Abbas kembali dibuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam gugatan perdata tersebut, Farhat Abbas menuntut uang masing-masing Rp60,5 miliar.

Dalam persidangan, Farhat Abbas menghadirkan Tasman Gultom, selaku Ketua Bidang Pembelaan Profesi Peradi. Namun, kehadiran Tasman dipersidangan justru dianggap pengacara Ahmad Dhani, Suhendra Asido Hutabarat sebagai bumerang bagi Farhat Abbas dan keuntungan untuk kliennya.

Melansir liputan6, Suhendra menuturkan bahwa hak imunitas yang dijadikan tameng Farhat sebagai pengacara tidak berlaku. Farhat diyakini hanya memegang kuasa dari Maia Estianty pada 2008 saja. Sementara kicauannya mengenai kasus kecelakaan maut Dul yang menewaskan tujuh orang terjadi pada 2013.

"Dari situ bisa disimpulkan bahwa hak imunitas yang didalilkan saudara Farhat tidak melekat. Hak imunitas melekat bila ada surat kuasa, dan masih berlaku. Kalau surat kuasa tidak berlaku dan cacat hukum, di situ hak imunitas tidak berlaku," jelas Suhendra Asido Hutabarat.

"Jadi nggak bisa kalau pengacara mengaku punya imunitas, melanggar lampu merah, atau memukul orang. Hak imunitas itu berlaku kalau dia menjalankan tugasnya sesuai profesi," tandasnya.

Farhat Abbas menggugat Ahmad Dhani dan kuasa hukumnya, Ramdhan Alamsyah lantaran merasa dilecehkan atas permintaan maafnya dalam kasus pencemaran nama baik Ahmad Dhani. Farhat merasa dirugikan atas tanggapan nyeleneh Dhani dan Ramdhan. Ia merasa dirugikan secara perdata dengan landasan hukum Pasal 17 UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Memperoleh Keadilan.