Ahok Bantah Adanya Pertemuan Dengan Ketua DPRD Terkait Pengadaan UPS

Ahok Bantah Adanya Pertemuan Dengan Ketua DPRD Terkait Pengadaan UPS

Selasa, 26 Jan 2016 | 09:21 | Liani
WinNetNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah pernyataan kuasa hukum Fahmi Zulfikar, tersangka dugaan korupsi pengadaan UPS.

Kuasa Hukum Fahmi, Ilal Ferhard, mengatakan sesuai bukti yang dimilikinya, Ahok diketahui melakukan pertemuan di ruang Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, terkait pengadaan 49 UPS untuk 49 SMA oleh Suku Dibas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat

Pada pertemuan itu, menurut Ilal, keduanya membahas evaluasi perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014.

Basuki atau akrab disapa Ahok membantah adanya pertemuan itu.

Pembahasan evaluasi APBD-P 2014, kata Ahok, baru dilakukan setelah dirinya menolak anggaran sebesar Rp 8,8 triliun yang diajukan DPRD untuk sosialisasi SK Gubernur DKI.

Baca Juga: Fahmi Zulfikar Tersangka Korupsi UPS, Akan Serahkan Bukti Keterlibatan Ahok

Awal 2015, Ahok menerima pengajuan anggaran itu dari Bappeda DKI, yang ternyata usulan itu dari DPRD DKI. Usulan itu pun dicoret Ahok dan dituliskan, "Pemahaman Nenek Lu!"

"Kita enggak pernah evaluasi 2014, Pras (Ketua DPRD DKI) mulai ngajuin, pas saya tulis surat 'Pemahaman Nenek Lu' itu, yang saya kirim 2015," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2016) malam.

Dia membantah melakukan pertemuan di ruang Prasetio dan meminta evaluasi perubahan APBD-P 2014

"Enggak pernah itu. Evaluasi 2014 baru pada 2015 kita bicarakan," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

Pernyataan itu, sekaligus membantah apa yang dikatakan oleh Ilal.

Kata Ilal, Ahok melakukan pertemuan dengan Pras bukan dalam agenda resmi, membicarakan masalah evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri soal perubahan APBD 2014.

"Dan ada revisi mengenai Rumah Sakit Sumber Waras di APBD-P bukan pembelian lahan tetapi rumah sakit. Direvisi pembelian sebagian lahan Rp 800 miliar dan dimasukkan pengadaan scanner dan UPS," kata Ilal di Bareskrim.

Dilansir dari laman tribunnews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...