Ahok Calon Gubernur Paling Populer Menurut CSIS

Ahok Calon Gubernur Paling Populer Menurut CSIS

Senin, 25 Jan 2016 | 19:05 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih tetap menduduki calon paling populer dibanding kandidat lain untuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Itulah hasil survei prapilkada yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang bertema "Calon Independen vis-a-vis Calon Partai".

Survei ini dilakukan pada tanggal 5-10 Januari lalu dengan jumlah responden 400 warga Jakarta. Hasilnya menyatakan bahwa masyarakat Jakarta lebih menginginkan kepala daerah yang berasal dari calon independen dibandingkan dengan calon yang berasal dari partai.

"Dari sisi pencalonan, mayoritas publik (54.75 persen) merekomendasikan calon yang akan maju dalam Pilkada maju melalui calon independen. Mereka juga menyetujui Ahok untuk maju melalui jalur perseorangan dibandingkan maju menggunakan partai politik," ujar peneliti CSIS, Arya Fernandes, saat konferensi pers mengenai hasil survei ini di Jakarta, Senin (25/1).

Dari hasil survei tersebut, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok masih menjadi calon unggul dengan tingkat popularitas sebesar 94 persen disusul oleh Tantowi Yahya sebesar 81 persen dan Ridwal Kamil 71,25 persen. Dari tingkat elektabilitas, Ahok juga unggul dengan presentase 45 persen, disusul oleh Ridwan Kamil sebesar 15,75 persen dan Tri Rismaharini sebesar 7,75 persen.

 

Sementara itu, dari tingkat kesukaan terhadap calon (efisiensi kesukaan), Tri Rismaharini unggul dengan presentase 85,54 persen disusul oleh Ridwan Kamil sebesar 85,02 persen dan Ahok sebesar 71,39 persen.

Arya juga menjelaskan sejauh ini Ahok nyaris tidak memiliki lawan yang tangguh. Apalagi hal ini berkaitan dengan tingginya kemantapan pemilih yang berada di atas 50 persen untuk kembali memilih Ahok.

Tingginya tingkat popularitas dan elektabilitas Ahok menurut peneliti senior CSIS, Philip J. Vermonte, merupakan korelasi antara tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok selama ini. Terbukti hasil survei juga menyatakan bahwa 67 persen responden merasa sudah puas dengan kinerja Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Hal ini juga menurutnya menjadi bukti bahwa sebagian besar pemilih di Jakarta sudah menerapkan politik yang rasional.

"Pemilih Jakarta itu relatif merupakan pemilih yang rasional. Artinya, dari kemampuan mengevaluasi kinerja, ada korelasinya dengan pilihan. Dari mereka yang menyatakan bahwa kinerja Gubernur Ahok baik, ada korelasinya dengan kemauan mereka memilih Ahok kembali. Sementara mereka yang menganggap kinerja Ahok kurang baik, mereka mengalihkannya kepada calon lain, itu tanda-tanda politik yang rasional," ujar Philip di Jakarta, Senin (25/1).

Ke depannya, Philip juga berharap partai-partai politik untuk segera mengumumkan calon-calonnya agar publik juga bisa turut mengevaluasi sebelum memilih dalam Pilkada Jakarta 2017 mendatang.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...