Ahok Curiga ada Mark-Up Anggaran Oleh EO di Penyelenggaraan Event Festival

Ahok Curiga ada Mark-Up Anggaran Oleh EO di Penyelenggaraan Event Festival

Kamis, 19 Nov 2015 | 10:14 | kontributor

WinNetNews.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) mencurigai adanya permainan di tubuh Disbudpar (Dinas Budaya dan Pariwisata) DKI Jakarta. Pasalnya Disbudpar banyak membuat acara-acara festival dengan biaya miliaran rupiah.

"Sekarang kita evaluasi terlalu banyak mark-up. Festival enggak salah, saya bukan anti festival dan anti event-event. Yang saya anti itu mark up dengan EO. Jadi EO itu kick back. Contoh, dia bikin event di TIM pagelaran seni apa gitu karena pakai EO, waktu lelang masukin bayaran sewa Teater Besar Jakarta Rp 300-400 juta. Sekarang saya tanya, ada enggak sih pemerintah bikin acara bayar ke pemerintah? Gedung kita loh itu, enggak ada! Dalam Perda itu enggak ada," urai Ahok, Kamis (19/11/2015).

Ahok pun mempertanyakan kinerja dari Kepala Disbudpar DKI, Purba Hutapea. Menurutnya mengapa Purba tidak memeriksa hal ini dengan detail. Ahok pun berpendapat bahwa hal ini bukan merupakan tugas dirinya sebagai Gubernur.

"Harusnya kan ini bukan tugas saya gitu loh. Nah, mereka berpikir saya enggak mungkin periksa. Tahun 2015 kenapa saya enggak periksa? Ya saya enggak mau ribut sama DPRD, ribut sama mereka dan ribut sama Mendagri. Tapi begitu masuk 2016 saya periksa nih," tutur Ahok.

"Saya sudah kasih tahu sama mereka, saya kasih model pemeriksaannya. Nah nanti begitu ketok KUA-PPAS, saya akan kunci dan di APBD-P saya ubah. Kemarin saja (anggaran) Disparbud hampir Rp 300 miliar loh untuk sesuatu yang enggak pantas. Nah, itu yang harus kuat-kuatan saja," tutup Ahok.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...