Ahok Dinasihati KPU DKI Agar Tak Gusur Permukiman Warga

Rusmanto
Rusmanto

Ahok Dinasihati KPU DKI Agar Tak Gusur Permukiman Warga
WinNetNews.com - Ketua KPUD DKI Soemarno meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak menggusur warga menjelang Pilkada DKI 2017. Sebab, relokasi yang dilakukan pemerintah berdampak pada daftar pemilih tetap (DPT).

Ahok mengatakan, dirinya dinasihati Soemarno bahwa penggusuran berdampak pada daftar pemilih di Ibu Kota yang akan menyoblos di Pilkada. "Dia sudah bilang sama saya dari tahun lalu. Minta saya jangan bongkar. Katanya nanti repot," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

Mendengar hal itu, Ahok menjawab, daftar pemilih bisa diakali dengan penggunaan KTP elektronik. Kalau ada warga yang pindah, alamat warga tetap terekam di e-KTP. Ahok memastikan, warga yang terkena relokasi dipindah ke rusun.

"Rusun juga ada TPS (tempat pemungutan suara). Jadi tinggal dicek namanya. Saya sampaikan pada KPU DKI dan Bawaslu DKI, saya siap dorong terus rusunnya. Itu saja patokan saya," kata Ahok.

Ahok tak khawatir penggusuran yang dilakukan selama ini bakal mengurangi tingkat keterpilihannya di Pilkada DKI 2017. Dia enggan bersikap manis jelang Pilkada.

"Patokan saya bukan soal pemilihan. Kalau karena pemilihan, saya lebih baik enggak usah (gusur). Dibaikin supaya mereka simpati sama saya," kata Ahok.

Menurut Ahok, jelang Pilkada penggusuran justru makin gencar. Ahok berambisi menertibkan kawasan Ibu Kota agar lebih manusiawi. “Kita pidahkan mereka yang selama ini tinggal di kawasan ilegal ke rusun. Hidupnya lebih manusiawi, anaknya bisa hidup dengan layak,” ujarnya.

Apa Reaksi Kamu?